Mengenal Halo-Pelvic Traction untuk Menangani Skoliosis Berat dan Kaku

3 days ago 1
Mengenal Halo-Pelvic Traction untuk Menangani Skoliosis Berat dan Kaku Ilustrasi(magnifik)

KELAINAN bentuk tulang belakang seperti skoliosis dapat memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Pada kondisi yang sudah berat dan kaku, penanganannya tidak selalu cukup dengan fisioterapi atau penggunaan penyangga.

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan khusus sebagai bagian dari persiapan sebelum operasi, salah satunya halo-pelvic traction (HPT).

Skoliosis sendiri Merupakan kelainan pada tulang belakang yang membuat punggung melengkung ke samping dan dapat membentuk pola seperti huruf C atau S.

Menurut Alodokter, kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Pada kasus yang berat, kelengkungan tulang belakang dapat menimbulkan nyeri berkepanjangan hingga mengganggu fungsi paru-paru. 

Halo-pelvic traction merupakan salah satu metode traksi yang digunakan pada kasus deformitas tulang belakang berat. Secara umum, prinsip traksi adalah memberikan tarikan secara bertahap untuk membantu meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi tingkat kelengkungan sebelum pasien menjalani operasi koreksi.

Metode ini berbeda dengan upaya “meluruskan tulang belakang” secara instan karena prosesnya dilakukan secara bertahap dan membutuhkan pemantauan medis.

Sebuah penelitian yang membandingkan halo-gravity traction (HGT) dan halo-pelvic traction (HPT) pada pasien dengan deformitas tulang belakang berat dan kaku menemukan bahwa keduanya dapat digunakan sebagai bagian dari penanganan sebelum operasi.

Dalam penelitian tersebut, kelompok HPT menunjukkan koreksi sudut tulang belakang dan peningkatan fungsi paru yang lebih baik dibandingkan kelompok HGT. Namun, penelitian tersebut hanya melibatkan 20 pasien sehingga diperlukan penelitian dengan jumlah pasien lebih besar untuk memastikan hasilnya. 

Penggunaan traksi sebelum operasi juga memiliki tujuan untuk membuat koreksi tulang belakang menjadi lebih bertahap. Tinjauan ilmiah mengenai HGT menunjukkan bahwa metode traksi sebelum operasi dapat membantu mengurangi deformitas pada bidang koronal dan sagital serta meningkatkan fungsi paru pada sebagian pasien dengan kelainan tulang belakang berat. 

Meski demikian, metode traksi bukan prosedur yang dapat dilakukan sembarangan. Kondisi setiap pasien berbeda sehingga dokter perlu mempertimbangkan tingkat kelengkungan, fleksibilitas tulang belakang, usia, kondisi kesehatan, serta risiko yang mungkin muncul selama proses traksi.

Penelitian mengenai halo-pelvic traction juga menunjukkan bahwa metode ini tetap memiliki potensi komplikasi. Salah satu penelitian secara khusus menyoroti kemungkinan terjadinya ketidakstabilan pada sendi antara tulang atlas dan axis selama penggunaan halo-pelvic traction. Karena itu, pasien yang menjalani metode ini membutuhkan pemantauan dan evaluasi medis secara berkala.

Halo-pelvic traction bukan metode instan untuk meluruskan tulang belakang, melainkan salah satu pendekatan medis yang dapat digunakan pada kasus deformitas tulang belakang berat sebagai bagian dari persiapan menuju tindakan koreksi.

Keputusan penggunaannya harus berdasarkan pemeriksaan dan rekomendasi dokter spesialis tulang belakang.

Sumber: Alodokter

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |