Merdeka Berusaha Dorong UMKM Naik Kelas dari Informal ke Wirausaha Berkualitas

3 days ago 1
Merdeka Berusaha Dorong UMKM Naik Kelas dari Informal ke Wirausaha Berkualitas Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kiri)(Dok. Humas Kementerian UMKM)

MENTERI Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan kualitas kewirausahaan nasional terus menguat sepanjang 2025 hingga semester I 2026, ditandai struktur usaha yang semakin formal, produktif, berdaya saing, dan terhubung dengan pasar lebih luas.

Menteri Maman di Jakarta, Selasa (11/8), mengatakan penguatan itu tercermin dari meningkatnya proporsi usaha kecil dan menengah dibandingkan usaha mikro, dari 3,06 persen pada 2024 menjadi 3,28 persen pada 2025. Rasio kewirausahaan nasional juga mencapai 3,29 persen, melampaui target pemerintah sebesar 3,1 persen.

Penguatan ekosistem tersebut didukung 265 program, 753 inkubator, dan 204 kolaborator. Hingga semester I 2026, program pengembangan kewirausahaan telah menjangkau lebih dari 1.081.031 wirausaha dan melahirkan 8.661 usaha rintisan.

“Capaian ini melampaui target yang ditetapkan sekaligus menunjukkan penguatan kualitas struktur kewirausahaan nasional,” kata Menteri Maman.

Dari sisi pembiayaan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produktif pada 2025 melampaui 64 persen atau setara Rp270 triliun. Hingga 12 Juli 2026, penyaluran KUR mencapai Rp159,8 triliun kepada 2,5 juta debitur untuk memperkuat modal dan kapasitas usaha.

Penguatan permodalan berjalan seiring dengan peningkatan legalitas dan standardisasi. Sebanyak 15.650.506 usaha telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), 3.725.477 UMKM memperoleh sertifikat halal, dan 628.948 UMKM memiliki SPP-IRT. Selain itu, 1.081.599 UMKM dengan 2.112.749 produk mengantongi SNI Bina UMK dan 270.616 Tempat Pengelolaan Pangan memenuhi ketentuan Higiene Sanitasi Pangan.

“Kami mendorong UMKM bertransformasi dari usaha informal menjadi usaha formal yang lebih terlindungi, memenuhi standar, meningkatkan produktivitas, dan siap menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Maman.

Peningkatan kapasitas juga diarahkan untuk memperluas pasar. INABUYER 2026 menghasilkan potensi transaksi Rp2,218 triliun, sementara 57.600 UMKM telah menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fasilitasi pada The 14th China Food Trade Fair juga membuka potensi nilai ekonomi tahunan hingga Rp488 miliar.

Untuk memperkuat posisi UMKM dalam rantai pasok, Kementerian UMKM mengembangkan Holding UMKM melalui klasterisasi sektor usaha. Pada 2026, empat klaster dipersiapkan pada sektor pertanian dan perkebunan, wellness and beauty, olahraga, serta kuliner, melanjutkan klaster kelautan dan perikanan serta fashion dan kerajinan.

Penguatan UMKM juga menyentuh pelaku usaha terdampak bencana melalui Klinik UMKM Bangkit untuk membantu pemulihan usaha melalui pembiayaan, peralatan produksi, dan pemberdayaan sesuai kebutuhan.

Kementerian UMKM juga meluncurkan SAPA UMKM untuk mengintegrasikan data dan layanan pendampingan sekaligus mendukung Pro-Kesra Produktif yang menargetkan terciptanya 10 juta penduduk berusaha dan bekerja pada 2029.

Menteri Maman menegaskan momentum kemerdekaan perlu dimaknai dengan memperbesar kapasitas dan kemampuan UMKM dalam menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, memperkuat produksi dalam negeri, dan meningkatkan kesejahteraan.

“Kedaulatan ekonomi berarti kemampuan memproduksi dari dalam negeri, keadilan berarti terbukanya akses untuk meningkatkan kapasitas usaha, sedangkan kemakmuran diwujudkan melalui UMKM yang produktif, berdaya saing, dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Menteri Maman. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |