Miliarder properti China divonis penjara seumur hidup karena penipuan

3 hours ago 2

Beijing (ANTARA) - Pendiri perusahaan properti raksasa China Evergrande Group, Xu Jiayin (atau dalam bahasa Kanton Hui Ka Yan), dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena dinilai terbukti melakukan penipuan skala besar.

Evergrande adalah pengembang properti dengan utang terbesar di dunia dengan lebih dari 300 miliar dolar AS (sekitar 5,32 kuadriliun) sebelum diperintahkan untuk dilikuidasi. Likuidasi itu dilakukan ketika pemerintah China menindak keras pinjaman berlebihan perusahaan properti China pada 2020 yang menjerumuskan pasar properti Tiongkok ke dalam krisis.

Putusan itu dijatuhkan Pengadilan Tingkat Menengah Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Kamis (20/8).

Pengadilan juga menjatuhkan pidana denda terhadap Evergrande Group sebesar 8,82 miliar RMB (sekitar Rp23,25 triliun) dan Evergrande Real Estate denda senilai 7 miliar RM (sekitar Rp18,46 triliun).

"Terdakwa Xu Jiayin dijatuhi hukuman karena sejumlah tindak pidana berupa penjara seumur hidup, pencabutan hak politik seumur hidup, serta penyitaan seluruh harta kekayaan pribadinya," ungkap media pemerintah China.

Pengadilan juga memerintahkan agar kekayaannya yang diperoleh secara melawan hukum terus dikejar dan disita. Apabila jumlah yang berhasil dipulihkan masih tidak mencukupi, maka para pihak terkait diperintahkan untuk membayar ganti rugi.

Pengadilan menilai Xu Jiayin merupakan pengendali sesungguhnya Evergrande Group yang bertanggung jawab atas kegiatan operasional grup serta mengelola dan mengendalikan sejumlah perusahaan, termasuk Evergrande Real Estate, Evergrande Wealth, Evergrande Nanchang, dan perusahaan-perusahaan lainnya, dengan investasi yang mencakup sektor properti, pengelolaan properti, keuangan, dan bidang lainnya.

Pada periode 2016-2021, Evergrande Group, Evergrande Real Estate, dan Xu Jiayin disebut menggunakan berbagai cara, termasuk memalsukan laporan keuangan secara berkelanjutan dan dalam skala besar, menggelembungkan nilai aset, serta menyembunyikan kewajiban utang.

Mereka masing-masing melakukan sejumlah tindak pidana, termasuk menghimpun dana masyarakat secara ilegal, menipu dalam penghimpunan dana, menerbitkan surat utang secara curang, serta membocorkan informasi penting dengan melanggar hukum.

Evergrande Group dan Xu Jiayin juga memperoleh kendali atas lembaga keuangan melalui cara-cara seperti penyuapan, kemudian secara ilegal menarik dan menggunakan dana kredit serta dana asuransi untuk kepentingan Evergrande Group.

Tindakan tersebut mencakup tindak pidana penyuapan oleh badan usaha, pemberian pinjaman secara ilegal, serta penggunaan dana secara melawan hukum.

Xu Jiayin juga memanfaatkan jabatannya sebagai Ketua Evergrande Real Estate untuk mengorganisasi pemalsuan laporan keuangan dan menguasai aset perusahaan dengan dalih pembagian dividen.

Pengadilan juga menyatakan bahwa tindak pidana yang dilakukan Evergrande Group, Evergrande Real Estate,dan Xu Jiayin telah secara serius merusak tatanan ekonomi pasar properti, melanggar hak atas kekayaan publik maupun pribadi, serta mencederai integritas dalam pelaksanaan tugas pejabat negara.

Baca juga: Pejabat badan antariksa-industri pertahanan China tersangkut korupsi

Nilai tindak pidana yang terlibat sangat besar, menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar, serta menimbulkan dampak sosial yang sangat serius sehingga harus dihukum secara berat sesuai dengan hukum.

Pada hari yang sama, Pengadilan Rakyat Menengah Kota Shenzhen dan Pengadilan Rakyat Distrik Nanshan, Shenzhen, juga menjatuhkan putusan terhadap sejumlah orang yang terlibat dalam perkara terkait Evergrande Group, termasuk menghimpun simpanan masyarakat secara ilegal, penipuan penghimpunan dana, dan penggunaan dana secara melawan hukum.

Sebanyak 56 orang, termasuk Zhen Litao, Ke Peng, Xu Tenghe, Xu Zhijian, Du Liang, dan Liang Dong, dijatuhi hukuman penjara dengan masa hukuman mulai dari 18 tahun hingga satu tahun 10 bulan. Mereka juga dijatuhi hukuman denda atau penyitaan harta kekayaan.

Evergrande Group pernah menjadi pengembang properti terbesar di Tiongkok, tetapi telah terbebani utang sejak 2020.

Kelompok usaha itu didirikan pada 1996 dan memiliki berbagai industri termasuk "Evergrande Real Estate", "Evergrande New Energy Auto", "Evergrande Property Services" dan "Ocean Flower Island".

"Evergrande Real Estate Group" memiliki lebih dari 1.300 proyek di lebih dari 280 kota di China sedangkan "Evergrande Property Services Group" adalah perusahaan manajemen raksasa dengan sekitar 3.000 proyek dan total area pengelolaan lebih dari 509 juta meter persegi dan total area kontrak lebih dari 812 juta meter persegi.

Sementara "Ocean Flower Island" adalah resor wisata terpadu yang mengintegrasikan tempat makan, akomodasi, transportasi, pariwisata, belanja, hiburan, konferensi, kesehatan dan budaya di kota Danzhou, Provinsi Hainan, dengan total luas 7,8 kilometer persegi.

Baca juga: Mantan menteri kehakiman China dipenjara seumur hidup karena korupsi

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |