Perang Gaza Sebabkan Gangguan Pendengaran pada Ribuan Warga

6 hours ago 2

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan puluhan ribu warga Palestina di Jalur Gaza mengalami gangguan pendengaran akibat paparan ledakan berulang selama serangan militer Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 seperti dilansir Antara.

Dalam laporan yang dirilis Sabtu, 27 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Internasional Tuna Netra-Tuna Rungu, PBB mengungkapkan bahwa konflik berkepanjangan tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memperburuk kondisi penyandang disabilitas di Gaza. Banyak di antara mereka kehilangan alat bantu penting, seperti kursi roda dan alat bantu dengar, sehingga semakin sulit menjalani aktivitas sehari-hari.

Menurut PBB, penyandang disabilitas menghadapi risiko yang lebih besar selama konflik. Sebagian tidak dapat mendengar peringatan evakuasi, tidak mampu melihat jalur yang aman, atau kesulitan bergerak tanpa bantuan ketika harus mengungsi dari wilayah yang menjadi sasaran serangan.

Organisasi itu juga menyoroti kondisi kemanusiaan yang terus memburuk di Jalur Gaza. Sebagian besar penduduk masih mengalami pengungsian berulang dan hidup dalam situasi yang tidak aman, dengan akses yang sangat terbatas terhadap layanan dasar.

PBB menambahkan, tempat-tempat pengungsian yang padat, bangunan yang rusak, serta penampungan sementara yang kekurangan air bersih, sanitasi, dan layanan perlindungan membuat penyandang disabilitas menghadapi tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.

Badan dunia tersebut kembali mengingatkan bahwa kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, dan lanjut usia, merupakan pihak yang paling terdampak oleh konflik yang masih berlangsung di wilayah Gaza.

Pilihan Editor: Komisi PBB: Israel Terus Genosida Anak Palestina

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |