Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji.(Dok. MI)
DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi resmi mengambil alih pengusutan misteri kematian Brigadir Eko Winarno Saputra (EWS). Personel yang bertugas di Bagian Operasional (Bagops) Polres Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) tersebut meninggal dunia dalam kondisi yang dinilai tidak wajar.
Kabid Humas Polda Jambi, Komisaris Besar Erlan Munaji, mengonfirmasi pengalihan kasus ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan. Kasus ini menjadi atensi khusus Kapolda Jambi, Inspektur Jenderal Krisno H Siregar, guna memastikan penyelidikan berjalan tuntas dan transparan sesuai fakta di lapangan.
“Kasus ini menjadi atensi Pak Kapolda Jambi, dan penyelidikan dialihkan melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi,” ujar Erlan Munaji kepada Media Indonesia, Rabu (22/7).
Kronologi Kejadian
Misteri kematian Brigadir Eko mulai mencuat ke publik pada Selasa (21/7), dua hari setelah korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (18/7) subuh. Berdasarkan informasi dari Kapolres Tanjabtim, AKB Ade Chandra, korban dilaporkan sempat mengonsumsi minuman beralkohol bersama empat rekan sesama personel Polres Tanjabtim di sebuah rumah kos di Desa Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, pada Jumat malam.
Berdasarkan keterangan awal sejumlah saksi, sebelum mengembuskan napas terakhir, korban terlihat berjalan terhuyung-huyung hingga terjatuh dan membentur benda keras. Saksi juga menyebutkan bahwa saat tersungkur, mulut korban mengeluarkan cairan berbusa.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Nurdin Hamzah di Kota Muarasabak. Namun, setibanya di fasilitas medis tersebut, pihak dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia. Kecurigaan muncul setelah ditemukan sejumlah luka lebam dan luka lecet pada beberapa bagian tubuh ayah dua anak tersebut.
Pemeriksaan Saksi dan Bukti Digital
Kapolres Tanjabtim, AKB Ade Chandra, sebelumnya telah meminta agar kematian anggotanya diselidiki secara menyeluruh dan transparan. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa empat anggota kepolisian dan seorang warga sipil yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung.
Selain keterangan saksi, tim gabungan dari Polres Tanjabtim dan Ditreskrimum Polda Jambi tengah mengumpulkan serta mendalami bukti-bukti digital untuk memperkuat konstruksi kasus. Pada Rabu petang, sejumlah saksi yang diduga mengetahui penyebab pasti kematian korban telah didatangkan ke Mapolda Jambi untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Ditreskrimum. (H-3)

















































