Prabowo soal Prabowonomics : Terus Terang tidak Pantas Pakai Nama Saya

5 hours ago 9
 Terus Terang tidak Pantas Pakai Nama Saya Presiden Prabowo Subianto saat hadir di Harlah ke-28 PKB, di Jakarta, Kamis (23/7)(Antara Foto/Rio Feisal)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengklaim konsep ekonomi yang kerap disebut Prabowonomics bukan gagasan pribadinya, melainkan  amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Menurutnya, kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah bukan merupakan gagasan baru ataupun miliknya pribadi. Ia mengatakan tujuan ekonomi yang ingin dicapai sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa dalam Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.

“Saya terharu karena PKB dalam harlah-nya dengan begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi kita,” kata Prabowo di puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7) malam.

Prabowo mengatakan kata Prabowonomics menggunakan namanya untuk menyebut konsep tersebut tidak tepat.

“Terus terang saja tidak pantas saudara pakai nama saya di situ. Ketegasan perjuangan saya, keyakinan saya, itu adalah keyakinan saya terhadap cita-cita pendiri bangsa,” ucap dia.

 Prabowo mengatakan kebijakan ekonomi yang dilakukan saat ini yakni menjalankan mandat UUD 1945. Menurutnya kekayaan sumber daya alam,  dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat.

Karena itu, menurut Prabowo ekonomi yang dikelola sekarang merupakan ekonomi berlandaskan Pancasila. 

“Kita ingin merdeka agar seluruh rakyat Indonesia hidup layak. Bagaimana kita bisa memberi kehidupan layak kepada rakyat kita kalau kekayaan kita diambil terus, dibawa ke luar negeri, dan tidak dinikmati oleh rakyat kita?,” kata Prabowo. 

 Prabowo hadir dii puncak peringatan Hari Lahir Ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis malam. Presiden tiba sekitar pukul 19.40 WIB didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar. (Ant/H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |