Tidak Terima Kekalahan, Suporter Argentina Bikin Petisi Tuntut Final Piala Dunia Diulang

4 hours ago 4
Tidak Terima Kekalahan, Suporter Argentina Bikin Petisi Tuntut Final Piala Dunia Diulang Ilustrasi: Warga Buenos Aires menyambut kedatangan para pemain timnas Argentina yang kembali usai tampil di Piala Dunia 2026.(AFP/TOMAS CUESTA)

KEKALAHAN menyakitkan Argentina dari Spanyol di partai final Piala Dunia memicu gelombang protes keras. Tidak terima gelar juara lepas setelah takluk 1-0 di New Jersey, ribuan suporter Albiceleste melampiaskan kemarahan dengan meluncurkan petisi daring agar laga final diulang.

Dalam pertandingan puncak tersebut, Spanyol tampil sangat dominan hingga memaksa Argentina bermain bertahan sepanjang 120 menit. Gol tunggal Ferran Torres di masa tambahan waktu (menit ke-106) akhirnya memupus asa Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia.

Selama pertandingan, sang juara bertahan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran dan harus bermain dengan 10 orang usai Enzo Fernandez diganjar kartu merah pada menit ke-93. Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, total meniup peluit 46 kali untuk pelanggaran, di mana 25 di antaranya dilakukan oleh para pemain Argentina. Pertandingan yang berjalan keras berujung pada kericuhan di pengujung laga.

Frustrasi atas hasil akhir, suporter Argentina bernama Gisela Sanchez menginisiasi petisi di laman Change.org yang kini telah ditandatangani oleh lebih dari 82.000 orang. Petisi tersebut menuntut FIFA untuk membatalkan hasil pertandingan dan menggelar ulang laga final.

"Final baru-baru ini antara Argentina dan Spanyol dicemari oleh wasit yang kontroversial dan korup, menurut bukti video, dibeli untuk memengaruhi hasil pertandingan," tulis Sanchez dalam petisi tersebut.

"Jika kita membiarkan korupsi luput dari perhatian di panggung global ini, kita memberikan contoh buruk bagi generasi atlet dan penggemar di masa depan. Oleh karena itu, kami meminta FIFA untuk meninjau insiden ini dengan serius dan transparan, serta mempertimbangkan untuk mengulang laga final – kali ini tanpa pengaruh wasit yang korup."

Di sisi lain, platform Change.org juga dipadati oleh petisi tandingan dengan skala yang jauh lebih masif. Salah satu petisi yang menuntut agar timnas Argentina dilarang tampil dari seluruh ajang Piala Dunia di masa depan bahkan telah mengumpulkan lebih dari 29 juta tanda tangan sebelum ditutup.

Keributan pasca-pertandingan turut disorot tajam oleh berbagai pihak. Sejumlah pemain Argentina seperti Leandro Paredes dan Nahuel Molina tertangkap kamera melakukan aksi kekerasan terhadap pemain Spanyol usai peluit panjang berbunyi. Buntut dari insiden memalukan ini, FIFA kini resmi membuka investigasi disiplin.

Legenda sepak bola Inggris, Gary Neville, turut mengecam keras perangai skuad asuhan Lionel Scaloni tersebut. "Itu sebuah aib," tegas Neville di stasiun televisi ITV. "Saya suka daya kompetitif orang Argentina, berjuang mati-matian, tetapi apa yang terjadi di beberapa pertandingan terakhir ini benar-benar memalukan."

(Mirror/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |