Prabowo: Rp50 Triliun Dulu Habis hanya untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN

3 days ago 7
 Rp50 Triliun Dulu Habis hanya untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN Presiden Prabowo Subianto(tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Contohnya terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris.

Saat membentuk Danantara, katanya, pihaknya menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya.

"Hari ini saya melaporkan kepada majelis yang terhormat, kita telah tutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan," ujar Prabowo saat menyampaikan PidatoSidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, Jumat (14/8).

Menurutnya itu bisa jadi adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, katanya, hari ini pemerintah telah hemat overhead sekitar Rp50 triliun.

"Ini artinya setiap tahun Rp50 triliun tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris, dan hal-hal yang tidak produktif. Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat," ungkapnya.

Hari ini Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kenegaraan tahunan dua kali pada hari ini, Jumat (14/8) di Gedung DPR/MPR. 

Pidato pertama dijadwalkan pada 09.30 dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Kemudian pada Rapat Paripurna DPR RI dalam Rangka Penyampaian RUU APBN Tahun 2026, Presiden akan menyampaikan pidato kenegaraan pada pukul 15.00. (P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |