PSI Usul Pemerintah Fokus Beri Insentif Substitusi Motor Listrik

3 days ago 2
PSI Usul Pemerintah Fokus Beri Insentif Substitusi Motor Listrik Ilustrasi(Antara)

SEKRETARIS Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengapresiasi langkah pemerintah yang sedang mematangkan kebijakan insentif kendaraan listrik serta peluncuran motor listrik nasional. Ia menilai elektrifikasi kendaraan roda dua berpotensi menjadi instrumen kunci untuk mempercepat transisi energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Berdasarkan data operasional, saat ini terdapat lebih dari 140 juta unit sepeda motor di Indonesia dengan kebutuhan bensin mencapai lebih dari 42 juta kiloliter per tahun, di mana sekitar separuhnya masih dipenuhi dari impor.

"Motor listrik bisa menjadi kunci percepatan transisi energi Indonesia. Jumlah pengguna motor kita sangat besar. Kalau kita berhasil mendorong jutaan pengguna motor BBM beralih ke listrik, dampaknya terhadap konsumsi BBM, impor energi, dan beban subsidi negara akan sangat signifikan," ujar Grace melalui keterangannya, Kamis (13/8).

Meski mendukung langkah pemerintah, Grace memberikan catatan kritis terkait perancangan formulasi insentif. Menurutnya, skema insentif yang diterbitkan harus menjamin terjadinya substitusi atau peralihan total penggunaan kendaraan, bukan sekadar memicu pembelian unit kendaraan baru di masyarakat.

"Jangan sampai orang membeli motor listrik karena ada insentif, tetapi motor BBM-nya tetap digunakan. Kalau begitu, jumlah kendaraan justru bertambah dan konsumsi BBM belum tentu turun. Insentif harus mendorong substitusi: dari motor BBM menjadi motor listrik," tegas Grace.

Untuk mencapai target penghematan anggaran negara secara terukur, Grace menyarankan agar pemerintah mengalokasikan insentif yang lebih kuat pada program konversi maupun skema tukar tambah (trade-in) dari motor berbasis fosil ke motor listrik.

Dengan langkah tersebut, efektivitas anggaran insentif yang dikucurkan pemerintah dapat diukur langsung dari penurunan angka impor BBM secara konkret.

"Target kita bukan sekadar semakin banyak motor listrik di jalan, tetapi semakin sedikit BBM yang kita konsumsi dan impor. Kalau itu tercapai, transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi dan menghemat uang negara," pungkasnya. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |