DUTA Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Menurut Tolchenov, pengembangan PLTN menjadi semakin relevan karena dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya kerap berfluktuasi akibat konflik internasional. Melalui perusahaan energi nuklir milik negara Rusia, Rosatom, Moskow menawarkan teknologi pembangkit yang diklaim mampu menjaga stabilitas pasokan dan biaya energi dalam jangka panjang.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Tolchenov mengatakan salah satu teknologi yang tengah dijajaki bersama Indonesia adalah reaktor modular kecil (small modular reactor/SMR), termasuk PLTN terapung. Ia menyebut teknologi tersebut memungkinkan harga listrik lebih stabil karena tidak bergantung pada dinamika pasar energi global.
Ia mengatakan Rosatom siap memberikan kepastian harga dalam jangka panjang. "Rosatom siap untuk menjamin kestabilan harga selama 10 atau 20 tahun. Harganya akan stabil, tetap sama," kata Tolchenov dalam konferensi pers di Rumah Dinas Duta Besar Rusia di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut dia, harga energi dari pembangkit nuklir tidak akan terpengaruh oleh naik-turunnya harga minyak dan gas maupun ketegangan di kawasan penghasil energi dunia. "Harga tersebut tidak akan bergantung pada harga minyak dan gas bumi, tidak akan bergantung pada situasi di Selat Hormuz, Teluk Persia, atau bahkan bagian dunia mana pun," ujarnya.
Tolchenov menilai kondisi itu menjadi salah satu keunggulan PLTN dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, maupun gas, yang lebih rentan terhadap gejolak politik dan ekonomi internasional.
Meski demikian, ia mengatakan kelanjutan kerja sama pengembangan PLTN sepenuhnya bergantung pada keputusan pemerintah Indonesia. Rusia, kata dia, masih menunggu sikap resmi Jakarta sebelum pembahasan berlanjut ke tahap berikutnya. "Kami siap, tinggal tunggu jawaban dari Indonesia," kata Tolchenov.
Selain menawarkan kerja sama di bidang nuklir, Rusia juga menyatakan siap memasok minyak dan gas bumi apabila Indonesia membutuhkannya. "Dalam kedua hal tersebut, Rusia berada dalam posisi bersiap standby. Jika Anda membutuhkan minyak dan gas bumi, silakan beri tahu kami. Berapa banyak, jenis apa, dan ke mana kami harus mengirimkannya," ujar Tolchenov.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469567/original/092858600_1768130667-4.jpg)
