Rutan Ruteng Rusak Parah akibat Gempa Flores, 171 Warga Binaan Terancam Direlokasi

2 hours ago 3
Rutan Ruteng Rusak Parah akibat Gempa Flores, 171 Warga Binaan Terancam Direlokasi Rutan Kelas IIB Ruteng mengalami kerusakan lebih dari 50 persen akibat gempa Flores.(Dok. BMKG)

DIREKTORAT Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (Ditjenpas NTT) melaporkan Rutan Kelas IIB Ruteng mengalami kerusakan bangunan lebih dari 50 persen akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8). Meski demikian, seluruh warga binaan dan petugas dipastikan dalam kondisi aman.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Decky Nurmansyah, menjelaskan bahwa dari empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Flores yang dipantau, yakni Rutan Ruteng, Rutan Bajawa, Rutan Maumere, dan Lapas Kelas IIB Ende, hanya Rutan Ruteng yang mengalami dampak signifikan. "Unit pelaksana teknis tersebut dalam kondisi aman, kecuali Rutan Ruteng yang saat ini lebih dari 50 persen bangunannya mengalami kerusakan," ujar Decky di Kupang, Senin (17/8).

Kerusakan di Rutan Ruteng meliputi sejumlah bagian bangunan dan tembok pembatas, termasuk area blok hunian lansia serta ruang bimbingan kerja. Blok B, C, dan D kini dalam pengawasan khusus untuk memastikan kelayakan strukturnya sebelum kembali digunakan oleh para penghuni.

Sebanyak 171 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Ruteng saat ini telah diarahkan ke titik kumpul dan ditempatkan di bangunan yang dinilai lebih kokoh. Decky memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski terdapat beberapa orang yang mengalami luka ringan akibat terkena reruntuhan puing.

Sebagai langkah antisipasi, Ditjenpas NTT tengah menyiapkan rencana relokasi sementara 171 WBP tersebut ke Rutan Bajawa. Namun, rencana ini masih bergantung pada akses jalan Ruteng-Bajawa serta kapasitas Rutan Bajawa agar tidak terjadi kelebihan muatan yang ekstrem.

"Kalau sudah oke, kami coba nanti set up di Bajawa. Mudah-mudahan memenuhi syarat untuk bisa kita alihkan warga binaan yang ada di Ruteng ke Bajawa," tambahnya.

Terkait pemulihan bangunan, pihak Ditjenpas NTT sedang melakukan pendataan dan pemeriksaan teknis untuk mengajukan anggaran tanggap darurat. Koordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri terus diperkuat guna memastikan keamanan serta pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk pasokan makanan bagi para warga binaan pascabencana. (Ant/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |