Satu Dekade, Sukkhacitta Hidupkan Kembali Tenun Ikat yang Tak Lekang Waktu

2 days ago 7

CANTIKA.COMJakarta - Di tengah industri mode yang terus bergerak mengikuti tren musiman, SukkhaCitta memilih berjalan dengan ritmenya sendiri. Alih-alih meluncurkan koleksi baru setiap musim, label fashion berkelanjutan ini justru terus menyempurnakan karya yang telah lahir sejak satu dekade lalu.

Bagi Anastasia Setiobudi, Founder sekaligus Creative Director SukkhaCitta, setiap koleksi bukan sekadar pakaian, melainkan perjalanan yang terus berkembang.

"Tahun ini kami merayakan satu dekade SukkhaCitta. Sesuai filosofi kami, setiap koleksi selalu mengalami pengulangan. Jadi ketika kami menciptakan sesuatu, koleksi itu tidak langsung hilang di musim berikutnya. Kami terus mengembangkan dan menyempurnakannya," ujar Anastasia kepada cantika saat ditemui di re-opening store di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Koleksi Pertama yang Terus Berevolusi

Koleksi yang kembali diperkenalkan tahun ini merupakan koleksi perdana SukkhaCitta saat brand tersebut pertama kali lahir. Keistimewaannya terletak pada teknik double ikat, salah satu teknik tenun yang membutuhkan proses panjang karena motif sudah dirancang sejak benang masih berwarna putih.

Benang-benang tersebut diikat, diwarnai menggunakan pewarna alami, kemudian ditenun hingga membentuk motif yang khas. "Yang diikat sebenarnya adalah benangnya. Setelah diwarnai, baru ditenun sehingga menghasilkan motif yang selalu berbeda. Karena itu setiap potong pakaian memiliki karakter yang unik dan tidak akan pernah benar-benar sama," jelas Anastasia.

Meski teknik pembuatannya tetap dipertahankan, SukkhaCitta terus melakukan inovasi kecil agar koleksi tersebut semakin relevan dengan kebutuhan masa kini. Jika satu dekade lalu kain hanya tersedia dalam satu ketebalan, kini koleksi hadir dalam beberapa pilihan, mulai dari kain yang sangat ringan hingga versi yang lebih tebal.

"Tekniknya masih sama, tetapi sekarang kami mengembangkan berbagai ketebalan kain. Ada yang sangat tipis sehingga nyaman dipakai sehari-hari, ada juga versi yang lebih tebal."

Anastasia Setiobudi, Creative Director SukkhaCitta saat ditemui di acara Re-opening store SukkhaCitta di ASHTA, Kamis, 18 Juni 2026/Foto: Cantika/Ecka Pramita

Tenun yang Tetap Nyaman Dipakai di Iklim Tropis

Meski memiliki pilihan kain yang lebih tebal, Anastasia memastikan material tersebut tetap nyaman digunakan di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari proses pembuatannya yang masih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Tenunan yang dihasilkan tidak terlalu rapat sehingga kain memiliki ruang untuk "bernapas" dan sirkulasi udara tetap terjaga."Walaupun terlihat lebih tebal, kainnya tetap terasa adem karena tenunannya tidak terlalu rapat. Jadi tetap nyaman dipakai."

Koleksi ini juga dirancang sebagai pakaian unisex, sehingga dapat dikenakan baik oleh perempuan maupun laki-laki. Salah satu daya tarik utama koleksi tenun ikat SukkhaCitta adalah penggunaan pewarna alami (natural dye), termasuk untuk warna hitam yang berasal dari bahan-bahan alami, bukan pewarna sintetis.

Karena itu, perawatannya memang membutuhkan perhatian lebih. Anastasia menyarankan agar pakaian dicuci menggunakan tangan dan tidak dijemur langsung di bawah terik matahari agar warna alaminya tetap terjaga. "Natural dye memang lebih lembut perawatannya. Tapi justru di situlah keindahannya."

Menariknya, menurut Anastasia, kain tenun ikat justru akan terasa semakin nyaman seiring waktu. "Semakin sering dipakai dan dicuci, kainnya akan semakin lembut dan empuk." Hal tersebut terjadi karena bahan dasarnya menggunakan katun yang diproses dengan teknik tenun tradisional, sehingga karakter kain terus berkembang mengikuti pemiliknya.

Mudah Dipadupadankan untuk Berbagai Gaya

Selain nyaman dipakai, koleksi tenun ikat terbaru SukkhaCitta juga dirancang lebih fleksibel untuk berbagai kesempatan. Anastasia mengaku dirinya kerap mengenakan koleksi tersebut sebagai set atasan dan bawahan untuk tampilan yang lebih modern.

Namun bagi yang menyukai gaya kasual, atasan berbahan tenun tipis juga mudah dipadukan dengan berbagai item fashion lain. "Versi kain yang lebih tipis menjadi salah satu favorit saya karena lebih mudah di-mix and match. Dipakai sendiri juga tetap cantik."

Melalui inovasi yang terus dilakukan tanpa meninggalkan akar tradisi, SukkhaCitta membuktikan bahwa tenun Indonesia tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat hadir sebagai busana sehari-hari yang nyaman, modern, dan relevan lintas generasi.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |