Sepak Bola di Persimpangan

3 days ago 2
Sepak Bola di Persimpangan Presiden FIFA Gianni Infantino melambaikan tangan saat tiba di upacara pelantikan Presiden terpilih Abelardo de la Espriella di Cali, Kolombia, pada 7 Agustus 2026. Tekanan terhadap Infantino terus bertambah. Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) Lis(AFP/COLOMBIAN PRESIDENCY)

DUNIA sepak bola internasional kini berada di ambang perpecahan besar seiring dengan memanasnya hubungan antara dua otoritas tertinggi, FIFA dan UEFA. Perselisihan yang awalnya dipicu oleh perbedaan pandangan mengenai kalender kompetisi, kini telah bertransformasi menjadi perebutan pengaruh yang mengancam stabilitas pengelolaan sepak bola global.

Media asal Italia, Il Messaggero, melaporkan bahwa keretakan hubungan ini sudah mencapai tahap yang sulit untuk dipulihkan tanpa adanya perubahan sikap yang signifikan dari Presiden FIFA, Gianni Infantino. Konflik ini dianggap krusial karena melibatkan dua lembaga dengan pengaruh masif terhadap klub, pemain, hingga industri sepak bola secara keseluruhan.

Kontroversi FFE dan Tudingan Personal

Ketegangan mencapai puncaknya setelah FIFA menggagas pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan komersial ini direncanakan untuk membuka pintu bagi investasi swasta pada turnamen-turnamen besar, termasuk Piala Dunia. Namun, gagasan tersebut menuai gelombang kritik keras hingga akhirnya terpaksa dibatalkan.

Selain isu organisasi, tekanan terhadap Infantino juga merembet ke ranah pribadi. Muncul laporan mengenai dugaan penyalahgunaan dana UEFA saat ia masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal pada periode 2009-2016. Dana tersebut diduga dikucurkan untuk membiayai keperluan pribadi, termasuk biaya kuliah seorang pegawai perempuan yang disebut memiliki kedekatan dengan Infantino.

Reaksi Keras FIFA

Menanggapi berbagai pemberitaan negatif tersebut, pihak FIFA menyatakan bahwa hal ini merupakan bagian dari upaya terkoordinasi untuk melemahkan kepemimpinan Infantino. FIFA menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap informasi yang dianggap menyesatkan, terutama menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.

"Pengawasan yang sah bukanlah izin untuk memutarbalikkan fakta, memperbesar tudingan yang tidak berdasar, atau menciptakan pengalihan perhatian yang dirancang untuk melemahkan kemajuan," tulis pernyataan resmi FIFA.

Organisasi tersebut juga menyindir pihak-pihak yang mencoba menggoyang kepemimpinan melalui jalur non-demokratis. "Pihak yang tidak memperoleh dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mendapatkan melalui tudingan atau informasi yang salah sesuatu yang tidak dapat mereka raih melalui proses demokratis," tambah pernyataan tersebut.

Desakan Mundur dan Ancaman Boikot

Di Eropa, gelombang penolakan terhadap Infantino semakin nyata. Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness, secara terbuka menuntut pengunduran diri sang presiden. "Kami akan meminta Presiden FIFA untuk mengundurkan diri sekarang," tegas Klaveness.

UEFA, sebagai penentang utama, bahkan kembali melontarkan ancaman untuk memboikot Piala Dunia. Konfederasi Eropa tersebut menyatakan telah kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap kepemimpinan Infantino. Meski demikian, hingga saat ini Infantino tetap bertahan dan masih menjadi calon tunggal untuk periode kepemimpinan berikutnya.

Dukungan dari Luar Eropa

Meski ditekan habis-habisan oleh blok Eropa, Infantino masih memiliki basis dukungan yang kuat di wilayah lain. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan sejumlah negara Amerika Selatan (CONMEBOL) tetap berdiri di belakangnya.

Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, menekankan pentingnya dialog dibandingkan konfrontasi. "Kita tidak dapat mengabaikan pekerjaan besar yang telah dilakukan Infantino. Kita harus terus bekerja melalui dialog, meski tidak harus selalu sepakat," ujar Dominguez.

Dukungan nyata juga mengalir dari federasi negara-negara seperti Argentina, Paraguay, Venezuela, Ekuador, hingga Meksiko. Peta kekuatan yang terbelah ini menunjukkan adanya polarisasi tajam antara kubu Eropa yang kritis dengan konfederasi luar Eropa yang masih menginginkan Infantino tetap menjabat. (I-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |