Strategi VinFast Bangun Ekosistem untuk Perkuat Adopsi Kendaraan Listrik

4 hours ago 1

INFO TEMPO - Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, belum lama ini menggelar diskusi bertajuk "The New Economics of Mobility: Why Ownership Value Matters". Diskusi tersebut mengulas perubahan kondisi ekonomi dan perilaku konsumen yang turut membentuk cara masyarakat Indonesia dalam menentukan pilihan kendaraan.

Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia telah mendorong perubahan pola pikir konsumen. Menurut dia, keputusan membeli kendaraan listrik kini tidak lagi hanya dipengaruhi oleh harga kendaraan, tapi juga mempertimbangkan keseluruhan biaya selama masa kepemilikan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Yannes menjelaskan, perubahan tersebut tidak terlepas dari karakteristik kelas menengah yang menjadi salah satu segmen terbesar pasar otomotif Indonesia. Di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya kehati-hatian dalam mengatur pengeluaran, konsumen mulai menghitung berbagai komponen biaya sebelum membeli kendaraan listrik, dari cicilan bulanan, biaya energi, biaya operasional, biaya perawatan, hingga potensi penghematan dibanding kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel melalui pendekatan total cost of ownership (TCO).

"Konsumen mulai melihat berapa dia harus membayar kredit per bulan, berapa operasional kalau dia membeli BEV, ya, yang tadinya dia memakai bensin atau solar kemudian dia konversi dengan listrik. Berapa banyak penghematannya," kata Yannes di booth VinFast di GIIAS, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurut Yannes, kehati-hatian konsumen juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik kini tidak lagi hanya dipandang sebagai tren teknologi. Konsumen juga mulai melihat manfaat nyata yang diperoleh selama masa kepemilikan. Karena itu, produsen perlu menghadirkan nilai ekonomi yang jelas, tidak hanya melalui produk, tapi juga melalui ekosistem pendukung yang mampu memberi kemudahan bagi pengguna.

Dari kiri, Head of Training Department VinFast Indonesia Rinaldi Ramdani, Commercial and Marketing Leader Sukimin Thio, Founder & Host of LugNutz Auto Rockford Pojono, serta pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu saat menjadi pembicara kegiatan VIN TALKS GIIAS 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, 3 Agustus 2026. Dok. VinFast

Pandangan serupa disampaikan Commercial and Marketing Leader Sukimin Thio. Ia mengatakan pengalaman memiliki kendaraan kini menjadi pertimbangan penting dalam keputusan pembelian. Menurut dia, konsumen makin melihat mobil sebagai rencana penggunaan jangka panjang, bukan sekadar mempertimbangkan kesan awal terhadap produk.

Perubahan tersebut juga dipengaruhi oleh kemudahan akses informasi melalui media sosial. Konsumen kini dapat membandingkan berbagai aspek sebelum menentukan pilihan, dari layanan purnajual, servis, ketersediaan suku cadang, jaringan pengisian daya, hingga dukungan operasional selama masa kepemilikan.

"Jadi, menurut saya, ekosistem itu penting banget dalam kita memutuskan brand mobil apa yang akan kita ambil," ujar Sukimin.

Dari sisi komunitas, Founder & Host of LugNutz Auto Rockford Pojono melihat konsumen mulai memasuki fase yang lebih rasional dalam memilih kendaraan listrik. Menurut dia, ketertarikan awal terhadap EV kini berkembang menjadi pertimbangan mengenai bagaimana kendaraan tersebut dapat mendukung mobilitas sehari-hari dengan biaya kepemilikan yang lebih efisien dibanding kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE).

Perubahan perilaku konsumen tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi produsen kendaraan listrik. VinFast mencoba menjawab kebutuhan itu melalui konsep "Drive Worry-Free", dengan menghadirkan pendekatan kepemilikan kendaraan listrik yang lebih mudah, nyaman, dan memberi kepastian bagi pengguna.

Konsep tersebut tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan, tapi juga pada pengalaman pelanggan selama menggunakan mobil listrik. Salah satu program yang ditawarkan adalah Battery Peace of Mind, yang memberi fasilitas gratis biaya sewa baterai selama dua tahun serta garansi baterai seumur hidup. Program ini dirancang untuk mengurangi kekhawatiran konsumen mengenai perawatan ataupun penggantian baterai.

Dari sisi layanan purnajual, VinFast menghadirkan Service Confidence melalui program perawatan berkala gratis selama dua tahun. Saat ini VinFast telah memiliki 40 dealer dan lebih dari 100 jaringan bengkel serta layanan purnajual di Indonesia untuk mendukung kebutuhan konsumen.

VinFast juga memperkuat aspek kepemilikan kendaraan melalui dukungan infrastruktur pengisian daya. Dengan lebih dari 3.200 charging station yang tersebar di Indonesia dan masih akan terus bertambah, perusahaan berupaya memberi kemudahan akses pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik.

Selain itu, VinFast bekerja sama dengan Green SM menawarkan peluang tambahan bagi konsumen melalui program "Sewa Jadi Cuan". Melalui program ini, kendaraan listrik dapat menjadi sumber pendapatan dengan disewakan melalui platform Green SM.

“Kami perlu mendampingi pelanggan selama perjalanan mereka. Karena itu, kami ingin mempermudah prosesnya agar pelanggan merasa tenang dan tidak perlu memikirkan biaya apa pun selain mengendarai kendaraannya,” kata Head of Training Department VinFast Indonesia Rinaldi Ramdani.

Melalui konsep Drive Worry-Free, VinFast berupaya menjawab berbagai pertimbangan konsumen dalam memiliki kendaraan listrik, dari biaya operasional, perawatan baterai, layanan purnajual, hingga nilai guna kendaraan dalam jangka panjang. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi VinFast dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang memberi kemudahan dan kepastian bagi pengguna. (*)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |