Studi Terbaru Ungkap Faktor Risiko Kanker Esofagus yang Jarang Disadari

3 hours ago 3
Studi Terbaru Ungkap Faktor Risiko Kanker Esofagus yang Jarang Disadari Ilustrasi(Magnific)

KANKER esofagus atau kanker kerongkongan merupakan salah satu jenis penyakit keganasan pada saluran pencernaan yang kerap terdiagnosis pada stadium lanjut. Guna meningkatkan kesadaran publik, sebuah studi terbaru kembali menyoroti berbagai faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap perkembangan kanker pada saluran penghubung tenggorokan dan lambung tersebut.

Para peneliti mengidentifikasi paparan iritasi kronis pada lapisan esofagus menjadi pemicu utama terjadinya perubahan sel menjadi ganas. Salah satu faktor risiko terbesar yang paling sering ditemui adalah penyakit asam lambung kronis atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Ketika asam lambung sering naik ke kerongkongan, cairan asam tersebut dapat merusak dinding dalam esofagus. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang tanpa penanganan medis yang tepat, paparan asam lambung dapat memicu Barrett's esophagus, suatu kondisi pra-kanker di mana sel-sel lapisan esofagus berubah menyerupai sel usus.

Selain riwayat GERD, studi tersebut juga menegaskan kembali dampak buruk dari gaya hidup tidak sehat. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol secara teratur ditemukan meningkatkan risiko kanker esofagus secara signifikan. Kombinasi antara merokok dan alkohol bahkan memberikan efek sinergis yang memperbesar potensi kerusakan sel pada saluran kerongkongan.

Faktor lain yang turut disorot dalam penelitian ini adalah pola makan dan kebiasaan mengonsumsi makanan serta minuman. Kebiasaan sering mengonsumsi minuman atau makanan yang sangat panas terbukti dapat melukai lapisan mukosa kerongkongan secara berulang, yang dalam jangka panjang meningkatkan risiko mutasi sel.

Tak hanya itu, berat badan berlebih atau obesitas juga menjadi faktor risiko penting. Penumpukan lemak di area perut dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen yang memicu naiknya asam lambung ke esofagus, sekaligus memicu peradangan sistemik dalam tubuh.

Guna menekan risiko berkembangnya kanker esofagus, para ahli menyarankan masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Penanganan tuntas terhadap masalah asam lambung, menghentikan kebiasaan merokok, membatasi alkohol, membiarkan makanan atau minuman panas membuang uap panasnya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi, serta menjaga berat badan ideal menjadi strategi utama untuk melindungi kesehatan saluran pencernaan. (Eating Well/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |