Zink vs Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh: Mana yang Lebih Ampuh Lawan Flu?

4 hours ago 3
 Mana yang Lebih Ampuh Lawan Flu? Ilustrasi(MI/AI)

SAAT musim pancaroba atau ketika gelombang flu mulai meluas, masyarakat sering kali mengandalkan asupan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh. Dua nutrisi paling populer yang sering diperbincangkan adalah Zink (Zinc) dan Vitamin C. Namun, di antara keduanya, manakah yang lebih efektif dalam mendukung sistem kekebalan tubuh?

Para ahli kesehatan menjelaskan baik Zink maupun Vitamin C memainkan peran vital dalam menjaga imunitas, tetapi keduanya bekerja dengan skema dan mekanisme yang berbeda di dalam tubuh.

Vitamin C dikenal luas sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, Vitamin C merangsang produksi serta fungsi sel darah putih, khususnya limfosit dan fagosit, yang bertugas menyerang patogen penyebab infeksi. Konsumsi Vitamin C secara rutin membantu memperkuat pertahanan alami tubuh dan mempercepat masa pemulihan saat sakit.

Di sisi lain, Zink merupakan mineral mikro esensial yang sangat penting untuk perkembangan dan fungsi sel-sel imun, seperti sel T dan sel pembunuh alami (natural killer cells). Zink bekerja menghentikan replikasi virus serta mengurangi peradangan dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi Zink dalam kurun waktu 24 jam pertama sejak timbulnya gejala flu dapat mempersingkat durasi sakit secara signifikan.

Mengenai mana yang lebih unggul, pakar nutrisi menegaskan bahwa kedua nutrisi ini tidak untuk saling diadu, melainkan saling melengkapi. Vitamin C bekerja lebih optimal sebagai langkah pencegahan harian untuk membangun benteng imunitas, sedangkan Zink sangat efektif dalam menekan perkembangbiakan virus saat gejala awal penyakit mulai dirasakan.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, para ahli menyarankan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kedua zat gizi tersebut melalui pola makan seimbang. Vitamin C dapat diperoleh dari buah-buahan segar seperti jeruk, stroberi, kiwi, dan jambu biji, serta sayuran seperti brokoli dan paprika. Sementara itu, sumber Zink terbaik dapat ditemukan pada daging merah, unggas, makanan laut (seperti tiram), biji-biji-bijian, kacang-kacangan, dan produk olahan susu.

Jika memilih konsumsi dalam bentuk suplemen, pastikan untuk tidak melebihi dosis harian yang dianjurkan. Konsumsi Zink berlebihan dapat memicu mual serta mengganggu penyerapan zat besi dan tembaga, sementara kelebihan Vitamin C dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare.

Memadukan asupan harian Vitamin C dengan tambahan Zink saat tubuh mulai terasa kurang fit menjadi strategi terbaik untuk menjaga pertahanan tubuh tetap optimal sepanjang hari. (Eating Well/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |