Tak Hanya Menelan, Lubang Hitam Supermasif Ini Semburkan Energi Sejauh 300.000 Tahun Cahaya

3 days ago 1
Tak Hanya Menelan, Lubang Hitam Supermasif Ini Semburkan Energi Sejauh 300.000 Tahun Cahaya Gambar komposit ini menunjukkan sebuah quasar, kelas lubang hitam supermasif yang langka dan ekstrem, yang terletak sekitar 3,4 miliar tahun cahaya dari Bumi.(Sinar-X: NASA/CXC/Univ. of Nottingham/H. Russell et al.; Radio: NSF/NRAO/VLA; Pengolahan Gambar: NASA/CXC/SAO/N. Wolk)

SELAMA ini lubang hitam supermasif dikenal sebagai objek antariksa yang melahap apa saja di sekitarnya akibat gravitasi raksasa, termasuk cahaya. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa raksasa kosmik ini juga mampu menghempaskan energi dalam jumlah luar biasa besar hingga ratusan ribu tahun cahaya ke ruang angkasa.

Penelitian yang dipimpin oleh Satoshi Yamada dari Tohoku University, Jepang, menemukan angin yang dihasilkan lubang hitam supermasif yang sedang aktif memangsa materi memiliki kekuatan sekitar 100 kali lebih besar dari perkiraan astronom sebelumnya.

Semburan energi tersebut setara dengan kekuatan miliaran ledakan supernova. Semburan ini memicu gelombang turbulensi pada gas panas hingga mencapai jarak sekitar 300.000 tahun cahaya, tiga kali lebih panjang dari rentang galaksi Bima Sakta, serta menembus jauh melampaui batas galaksi induknya.

"Lubang hitam sebagian besar dikenal karena menyedot materi, tetapi objek ini juga menghempaskan gas dalam bentuk angin yang sangat kuat," ujar Satoshi Yamada dalam sebuah pernyataan resmi. "Angin ini sebelumnya dikira hanya berada di dalam galaksi, tetapi studi kami mengungkapkan bahwa kekuatannya jauh lebih dahsyat dari yang dipahami sebelumnya."

Untuk mengukur jangkauan hembusan tersebut, Yamada dan timnya mengamati H1821+643, sebuah kuasar terang yang berjarak sekitar 3,4 miliar tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Draco. Galaksi induk H1821+643 terletak di pusat gugus galaksi yang padat dan menampung lubang hitam supermasif dengan massa diperkirakan mencapai 3 hingga 4 miliar kali massa Matahari.

Selama pengamatan pada September 2024, tim peneliti memanfaatkan satelit sinar-X milik Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA), yaitu XRISM. Mereka melacak jejak kimiawi dari ion atom besi di dalam gas panas sekitar. Melalui analisis pergeseran dan pelebaran cahaya ion besi tersebut, para ilmuwan berhasil mengukur kecepatan gerak gas serta tingkat turbulensi yang terjadi.

Hasil pengamatan membuktikan bahwa turbulensi tersebut didorong secara langsung oleh energi yang dilepaskan oleh sang kuasar. Temuan penelitian ini juga telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature Astronomy.

"Untuk pertama kalinya, kami menunjukkan bahwa lubang hitam mempengaruhi lingkungan kosmik yang lebih luas melalui gelombang kejutan dengan kekuatan yang sangat menakjubkan," pungkas Yamada. "Lubang hitam adalah penggerak utama aliran dan pergerakan gas di antariksa, memindahkan energi dalam jumlah sangat besar ke berbagai wilayah kosmos." (Space/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |