Trailer Film Lastri: Arwah Kembang Desa Tampilkan Gary Iskak

6 hours ago 2

RUMAH produksi Abelle Pictures merilis trailer dan poster resmi film horor-drama Lastri: Arwah Kembang Desa yang dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air pada Kamis, 16 Juli 2026 mendatang. Film ini turut menampilkan almarhum Gary Iskak yang meninggal pada 29 November 2025 akibat kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor di Jakarta.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam trailer resmi berdurasi dua menit 20 detik itu, Gary Iskak sebagai Turenggo tampil dalam dua latar waktu yang berbeda, yakni ketika masih muda dan di usia tua. Ia banyak beradu akting dengan Hana Saraswati yang memerankan karakter Lastri dan Audy Bella yang memerankan karakter Atmi. Keduanya menjadi pasangan Turenggo dengan latar waktu yang berbeda.

Semasa tua bersama Atmi, Turenggo kerap diteror Lastri yang mati muda, seolah ingin menuntut balas atas perlakuan keduanya semasa muda. Arwah Lastri dikenal luas oleh masyarakat, bahkan semasa hidupnya kerap dicibir tetangganya karena rumor tak kunjung hamil bersama Turenggo.

Hana mengatakan film ini menjadi proyek terakhir Gary sebelum meninggal sehingga berkesan bagi pemeran lainnya serta kru yang terlibat. “Aku ingin film ini dikenang dengan baik sama banyak orang,” katanya di XXI Kemang Village, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Juni 2026.

Saat dirinya mengetahui akan beradu akting dengan Gary, ia awalnya mengira bakal kesulitan namun sikap Gary saat proses syuting membantu dirinya menyampaikan maksud karakter yang harus saling melengkapi. “Dia itu sangat mengayomi, meski awal ketemu saya berpikir seram orangnya tapi begitu berbicara tulus banget,” tutur Hana.

Senada, Audy Bella yang juga kerap kali beradu akting dengan Gary di lokasi syuting di Lumajang, Jawa Timur pada tahun lalu mengatakan hubungannya dengan Gary lebih dari sekadar teman melainkan keluarga. “Karena kami sahabatan semuanya jadi mudah, apalagi dia tak pelit dengan ilmu. Makanya sulit sekali untuk dilupakan,” kata dia.

Dinamika Saat Syuting

Sutradara Hendry Tivo mengatakan Lastri: Arwah Kembang Desa tipikal horor yang cenderung banyak memasukkan unsur drama sepanjang film alih-alih jump scare, sehingga perlu dialog antar karakter yang tepat saat proses syuting. “Jadi kekuatannya memang drama-horor yang tidak mengandalkan jump scare meski itu tetap ada juga. Horornya cenderung pada atmosfernya, dan banyak sekali plot twist di bagian tertentu,” ujarnya.

Perihal tantangan yang dihadapinya sebagai sutradara yakni mengarahkan pemeran  perihal logat atau dialek Jawa Timur, sebab pemeran intinya tak berasal dari Jawa Timur. “Tapi itu kekhawatiran saja sih, justru saat workshop cepat selesai juga. Sama halnya dengan kekhawatiran saya terhadap Bang Gary dan Yama Carlos keduanya ramai dan latah, tapi saat syuting mereka bisa profesional banget,” tuturnya.

Audy Bella menuturkan dirinya awalnya memang agak kesulitan berbicara dengan logat Jawa. Tapi karena jalan ceritanya menarik ia berusaha mempelajarinya hingga proses syuting dimulai. “Saya tertarik karena banyak menampilkan budaya kita yang sebenarnya indah dan memang harus dilestarikan,” ujarnya.

Berbeda dengan Hana yang harus memerankan Lastri dengan latar waktu tahun 1980-an, ia harus membayangkan kehidupan Lastri semasa hidupnya seperti apa saja. “Awalnya penampilan Lastri saja saya tak terbayang, tapi setelah reading hingga di lokasi syuting itu sudah terbangun di diri saya mau memerankan karakter Lastri yang seperti apa,” ujarnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |