Trump Siapkan Operasi Sledgehammer Jika Perang Iran Memanas

4 days ago 2

PEMERINTAHAN Amerika Serikat sedang mengkaji kembali operasi militer terhadap Iran jika perang di Asia Barat (Timur Tengah) terus berlanjut. Presiden AS Donald Trump dan sejumlah pejabat militer AS tengah mempertimbangkan untuk meluncurkan kampanye militer dengan nama yang berbeda, salah satunya “Operasi Sledgehammer.” 

Seperti dilaporkan NBC dan dikutip Yeni Safak, pejabat AS sedang menggodok penggantian judul operasi militer sebelumnya yaitu Operasi Epic Furry. Trump berencana memulai kembali operasi tempur skala besar, jika gencatan senjata secara permanen dengan Iran batal terwujud. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Laporan tersebut menyatakan bahwa diskusi dalam pemerintahan AS mencerminkan meningkatnya potensi perang dengan Iran dapat berlanjut. Apalagi di tengah upaya diplomatik yang terhenti dan ketegangan yang terus berlanjut di Selat Hormuz.

Menurut laporan yang dilansir Anadolu, beberapa pejabat pemerintahan AS percaya bahwa penggunaan nama operasional baru dapat memperkuat argumen Gedung Putih bahwa perang yang mungkin akan terjadi, merupakan tindakan militer terpisah berdasarkan Resolusi Kekuatan Perang tahun 1973.

Aturan ini yang membatasi berapa lama seorang presiden dapat melakukan operasi militer tanpa persetujuan Kongres.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio belum lama ini mengatakan kepada wartawan bahwa “Operasi Epic Furry” telah usai. Ini setelah Washington dan Teheran sepakat untuk menghentikan perang sementara bulan lalu dan melanjutkan negosiasi.

Laporan tersebut mengklaim kemampuan militer AS di kawasan terus meningkat sejak pecah konflik pada Februari. Ketika ditanya perihal hal tersebut oleh Anadolu, Pentagon tidak menggubris sampai saat ini. 

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Ini memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump di tengah kebuntuan dalam melanjutkan negosiasi.

Trump mengecam Iran pada Aahd setelah Teheran menyerahkan tanggapannya terhadap proposalnya untuk mengakhiri perang secara permanen, menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima."

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menegaskan bahwa "tidak ada alternatif" selain menerima hak-hak rakyat Iran yang diuraikan dalam proposal 14 poin Teheran.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |