Upaya LPDP agar Lulusan Beasiswa Diterima di Dunia Kerja

4 hours ago 2

DIREKTUR Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Yon Arsal mengatakan LPDP tidak bisa memastikan lulusan penerima beasiswa LPDP mendapatkan pekerjaan.

"Karena kami tidak dalam posisi itu," kata dia di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Namun, tujuan LPDP memberikan beasiswa supaya penerima beasiswa siap bekerja dan bersaing di dunia kerja. LPDP berkolaborasi dengan universitas untuk memilih program studi. 

"Mahasiswa kami kirim ke perguruan-perguruan unggulan. Otomatis sudah meningkatkan reputasinya mereka," kata Yon.

LPDP juga berkolaborasi dengan kampus luar negeri untuk menyalurkan lulusan LPDP ke dunia kerja. Misalnya, kampus unggulan di Tiongkok. "Sehingga lulusan bisa disalurkan ke perusahaan-perusahaan dari negara yang bersangkutan," kata dia. 

Selain itu, beberapa kampus memiliki program wirausaha. LPDP juga berupaya berkolaborasi dengan badan riset, industri, dan kewirausahaan. 

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan LPDP berupaya terus memantau fokus pemerintah dalam target pengembangan industri. Dari situ, LPDP bekerja sama dengan Danantara, BUMN, hingga perusahaan di sektor hilir. 

Apalagi, sejak 2021, LPDP fokus ke Material Science dan Metalurgi. Setiap tahun, LPDP mengirim 150 orang di bidang Material Science dan Metalurgi ke luar negeri. 

Menurut dia, lulusan LPDP itu terserap dunia kerja. Alasannya, LPDP bekerja sama dengan beberapa universitas dan industri di Tiongkok. Ketika lulusan kembali ke Indonesia pun, mereka bisa langsung bekerja di perusahaan swasta bidang mineral. "Di BUMN juga dan perusahaan asing MNC yang beroperasi di Indonesia," kata dia. 

Dia juga mengklaim hampir 100 persen semua bidang yang dipilih LPDP dibutuhkan industri di Indonesia. 

LPDP akan membuka pendaftaran tahap kedua 2026 pada 30 Juni sampai 31 Juli 2026. LPDP menyediakan dua program, yaitu Beasiswa Science, Technology, Engineering, dan Mathematics atau STEM Industri Strategis dan Beasiswa Social, Humanities, Arts forPeople, Religious Studies, Economics (SHARE). 

LPDP juga membuka kembali program Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, program kerja sama khusus seperti Beasiswa Keolahragaan, dan Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research.

Bidang STEM Industri Strategis mencakup sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, serta kewirausahaan dan industri kreatif. LPDP juga mendukung pendanaan untuk bidang STEM-related yang terdiri dari bisnis dan ekonomi serta hukum dan kebijakan publik yang mendukung bidang industri strategis. 

Sementara itu, bidang SHARE fokus dalam memperkuat aspek sosial, kebijakan publik, ekonomi, budaya, pendidikan, hingga keagamaan yang menopang pembangunan nasional.

Direktur Utama LPDP Yon Arsal mengatakan sedikitnya 80 persen alokasi beasiswa difokuskan pada bidang STEM dan bidang-bidang terkait industri strategis. Sementara maksimal 20 persen dialokasikan bagi bidang SHARE. 

“Kami peningkatan STEM bergerak terus pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kami akan coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM related” ujar Yon Arsal di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Senin, 29 Juni 2026. 

Adapun STEM-related adalah bidang non-STEM yang secara langsung mendukung pengembangan industri strategis berbasis STEM. Misalnya seperti bidang Kebijakan Publik, Hukum, Bisnis, hingga Ekonomi. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |