Personel gabungan masih menangani kebakaran vegetasi di area Kawah Wadon Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.(DOK/BBTNGGP)
TITIK panas dan kepulan asap masih terdeteksi di lokasi kebakaran vegetasi di area Kawah Wadon di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Hasil pemantauan pada Jumat (14/8) dan Sabtu (15/8) kepulan asap terpantau di beberapa lokasi.
Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, melalui Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, mengatakan pascakebakaran vegetasi yang terjadi lebih dari sepekan lalu, sampai saat ini upaya penanganan masih dilakukan di lokasi. Penanganan dilakukan secara berkala melalui pemantauan dan penyisiran secara berkala dengan melibatkan berbagai unsur.
"Pada 14 Agustus 2026, pemantauan menggunakan drone thermal yang dilakukan secara kolaboratif oleh Wanadri dan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI). Pemantauan dilakukan sebanyak tiga kali pada siang, sore, dan malam," kata Agus, Minggu (16/8).
Kamrea drone thermal menangkap visual beberapa titik panas di sekitar lokasi terdampak. Sementara itu pada pemantauan malam tidak terdeteksi titik panas.
"Kondisi ini kemungkinan dipengaruhi lokasi yang tertutup awan atau kabut maupun kondisi titik panas yang mulai mengalami penurunan suhu," ujarnya.
Sementara berdasarkan laporan dari lapangan, pada Jumat (14/8) sekitar pukul 10.36 WIB ditemukan 7 titik kepulan asap di sekitar Kawah Wadon. Bahkan, di salah satu titik, ujar dia, muncul kepulan asap terpantau api kecil dan langsung dipadamkan tim gabungan.
"Hingga pukul 12.11 WIB (14/8), tidak terlihat kembali kepulan asap di lokasi kebakaran," jelasnya.
Pada Sabtu (15/8), diberangkatkan 24 personel gabungan petugas BBTNGGP dan relawan.Tim tersebut melaksanakan pemantauan, penyisiran, dan penanganan sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Pihak BPBD belum dapat memastikan jumlah luasan lahan yang terdampak. Sebelumnya, BBTNGGP menyebut luasan lahan terdampak kebakaran sekitar 5,4 hektare.
Di sisi lain, Bupati Cianjur menyebut luasan lahan terdampak mencapai 20 hektare. BBTNGGP memastikan sampai saat ini masih menghimpun dan menghitung luasannya berdasarkan data dan metode yang digunakan. Perbedaan angka perkiraan dapat terjadi karena perbedaan metode pengumpulan dan pengolahan data.
"Kami akan menyampaikan luasan akhir area terdampak setelah penanganan selesai dan proses penghitungan dapat dilakukan secara menyeluruh," tegasnya.
Pada Sabtu (15/8) pukul 13.29 WIB, kawasan Cibodas Kabupaten Cianjur dan sekitarnya turun hujan cukup lebat. Sementara berdasarkan pantauan tim di Pos Kandang Badak pada pukul 13.46 WIB terjadi hujan berskala ringan yang berlangsung tidak konstan.
"Saat kondisi menunjukan tanda-tanda hujan, pada Sabtu (15/8) sore kami menarik personel di sekitar Kawah Wadon untuk memastikan keselamatan. Kami berharap hujan bisa turun secara konstan sehingga dapat membantu proses pendinginan dan penanganan di lokasi," pungkasnya. (H-4)

















































