Ilustrasi(Dok BPDP)
BADAN Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan industri kelapa sawit melalui kehadirannya pada Borneo Forum ke-9 Tahun 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Tema besar forum ini adalah “Resilience, Innovation, and Transformation: Empowering the Palm Oil Industry Beyond Sustainability”. Ini menjadi ruang strategis untuk mendorong penguatan industri sawit yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.
Di booth BPDP, para peserta mendapatkan informasi tentang peran dan program – program BPDP terutama program perkebunan rakyat serta program sarana dan prasarana. Mereka juga dapat berdiskusi dan menyampaikan masukan terkait pengembangan industri sawit. Ini sangat penting untuk memajukan industri sawit.
Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengembangan Dana BPDP, Lupi Hartono, mengatakan bahwa “Kami ingin memastikan komunikasi dengan para pemangku kepentingan terus terbangun. Forum seperti Borneo Forum menjadi ruang penting untuk menyampaikan informasi sekaligus mendengar langsung masukan dan kebutuhan dari pelaku industri maupun pekebun.”
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian, menambahkan “Masukan dari para pemangku kepentingan sangat penting bagi kami. Dengan komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang baik, berbagai tantangan di lapangan dapat diidentifikasi bersama dan dicarikan solusi yang lebih tepat serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”
Kehadiran BPDP di Borneo Forum 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah, pelaku usaha, pekebun, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong industri kelapa sawit yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui forum dan ruang interaksi seperti ini, BPDP terus mendorong terbangunnya ekosistem perkebunan kelapa sawit yang produktif, berkelanjutan, memiliki tata kelola yang baik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional. (H-2)

















































