Diduga Akibat Bakar Sampah, 5 Hektare Lahan di Cipatujah Tasikmalaya Terbakar

2 hours ago 2
Diduga Akibat Bakar Sampah, 5 Hektare Lahan di Cipatujah Tasikmalaya Terbakar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Damkar dan TNI, Polri tengah berupaya melakukan pemadaman hutan dan lahan kering berupa ilalang di Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya.(Dok BPBD Tasikmalaya)

Petugas gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar Kabupaten Tasikmalaya, TNI, dan Polri berhasil memadamkan kebakaran lahan seluas 5 hektare di Kampung Cikarang, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Kebakaran yang menghanguskan ilalang kering tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Beruntung, kesigapan petugas di lapangan berhasil mencegah adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, kebakaran terjadi pada lahan kebun milik warga di Kampung Cikarang dan merembet ke ilalang kering. Kebakaran tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan kering yang menghanguskan area seluas 5 hektare," ujar Roni, Rabu (19/8/2026).

Roni menjelaskan bahwa kondisi angin yang bertiup kencang menjadi faktor utama api cepat menjalar. Material ilalang yang mengering akibat musim kemarau membuat kobaran api sulit dikendalikan dengan cepat. Petugas Damkar dan BPBD, dibantu personel TNI, Polsek, serta warga setempat, harus bekerja ekstra melakukan pemadaman hingga proses pendinginan yang berlangsung sampai malam hari.

Menyikapi kejadian ini, BPBD mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran di area terbuka selama musim kemarau.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lahan, terlebih saat kondisi angin kencang dan lahan kering. Kebakaran dapat menyebabkan api cepat meluas dan sangat berpotensi membahayakan lingkungan masyarakat sekitar," tegasnya.

Lebih lanjut, Roni memaparkan bahwa tren kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Tasikmalaya terus meningkat seiring musim kemarau yang semakin ekstrem. Selain faktor cuaca, kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah terbatasnya ketersediaan sumber air untuk proses pemadaman.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa pemilik lahan telah mengakui adanya aktivitas pembakaran sampah yang awalnya bertujuan untuk membuka lahan. Namun, api yang tidak terkendali membuat warga panik dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.

"Warga harus selalu mematuhi aturan, terutama jangan membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah untuk membuka lahan di tengah kondisi kering seperti sekarang," pungkas Roni. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |