Gempa M6,1 di Nias Terasa Kuat di Padang

14 hours ago 3
Gempa M6,1 di Nias Terasa Kuat di Padang Ilustrasi(Dok BMKG)

GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (18/8) pukul 13.02 WIB, terasa hingga Kota Padang dan sejumlah daerah di Sumatera Barat.

Sejumlah warga mengaku sempat menghentikan aktivitas akibat guncangan yang terasa cukup kuat. Rahmi, warga Kota Padang, mengatakan getaran gempa kali ini dirasakan selama beberapa detik.

"Cukup terasa getarannya. Saya sempat berhenti beraktivitas karena khawatir terjadi gempa yang lebih besar," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa tersebut berpusat di laut pada koordinat 0,67 derajat Lintang Selatan dan 98,29 derajat Bujur Timur atau sekitar 157 kilometer arah tenggara Nias Selatan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil analisis terbaru menunjukkan gempa memiliki magnitudo 5,8 dengan kedalaman 35 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi," ujar Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut dipicu oleh mekanisme pergerakan naik atau *thrust fault*.

Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di sejumlah wilayah di Sumatera Barat, seperti Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kota Bukittinggi.

Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan menimbulkan sensasi seperti ada truk besar yang melintas.

Sementara itu, intensitas tertinggi tercatat di Tapanuli Utara, yakni IV MMI. Pada tingkat tersebut, gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sementara sebagian orang di luar bangunan juga dapat merasakan guncangannya.

BMKG memastikan gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto.

Hingga pukul 13.30 WIB, hasil pemantauan BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (*aftershock*).

Wijayanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi BMKG," ujarnya.

BMKG menegaskan bahwa informasi terkait aktivitas kegempaan hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |