HSBC Prediksi Pasar Minyak Dunia tidak Seimbang hingga Pertengahan 2027

6 hours ago 2
HSBC Prediksi Pasar Minyak Dunia tidak Seimbang hingga Pertengahan 2027 Ilustrasi.(Magnific)

PASAR minyak global diprediksi tidak akan mencapai keseimbangan (rebalance) setidaknya hingga pertengahan 2027. Analis HSBC, Kim Fustier, dalam catatan terbarunya mengungkapkan bahwa ketidakseimbangan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah.

HSBC memproyeksikan skenario dasar berupa kesepahaman yang rapuh antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Namun, hubungan tersebut dinilai rentan terhadap kegagalan berulang serta ketidakpastian terkait aspek keamanan dan asuransi pengiriman minyak.

Gangguan Pasokan di Selat Hormuz

Fokus utama pasar saat ini tertuju pada arus minyak melalui Selat Hormuz. HSBC memperkirakan aliran minyak di jalur vital tersebut akan meningkat dari 6 juta barel per hari saat ini menjadi 8 juta barel pada akhir tahun dan mencapai 9,5 juta barel pada pertengahan 2027.

Meski meningkat, angka tersebut masih jauh di bawah level sebelum konflik yang mencapai 19 juta hingga 20 juta barel per hari. Akibat prospek pasokan yang lebih ketat ini, HSBC menaikkan perkiraan harga minyak mentah Brent untuk tahun 2026 menjadi US$90 per barel, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$80 per barel.

Skenario Terburuk: Jika diplomasi gagal dan terjadi kebuntuan (stalemate), HSBC memperingatkan bahwa persediaan minyak global bisa menyentuh level operasional terendah. Kondisi ini berpotensi mendorong harga Brent melonjak hingga ke kisaran US$120 per barel.

Eskalasi Konflik dan Respons Pasar

Sementara itu, harga minyak dilaporkan terus merangkak naik seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang memperburuk gangguan pasokan. Laporan dari ANZ Research menyebutkan militer AS menghancurkan lima tanker Iran sebagai respons atas upaya serangan rudal balistik terhadap kapal perang Angkatan Laut AS.

Pihak Iran melalui pejabat senior Republik Islam menyatakan kesiapan untuk perang yang lebih intens dan akan meningkatkan serangan balasan jika AS terus menyerang wilayah serta infrastruktur mereka.

Berdasarkan data perdagangan terbaru:

Jenis Minyak Harga Terkini Perubahan
Minyak Mentah WTI (Front-month) US$97,02 per barel Naik 1,0%
Minyak Mentah Brent (Front-month) US$101,84 per barel Naik 0,6%

Kenaikan harga ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas energi global di tengah ancaman perang yang berkepanjangan di kawasan produsen minyak utama dunia tersebut. (The Wall Street Journal/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |