HUT Ke-81 RI di Aceh: Merdeka bukan hanya Pengibaran Bendera

7 hours ago 7
 Merdeka bukan hanya Pengibaran Bendera Bendera merah putih dikibarkan di halaman rumah warga Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amir MR)

SEMARAK Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa kental di Provinsi Aceh. Warga di berbagai daerah berjulukan Bumi Serambi Mekkah tersebut mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang mengusir penjajah.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana kemeriahan 17 Agustus 2026 sangat terasa di Kabupaten Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar, hingga Kota Banda Aceh. Warga secara setia memasang bendera Sang Saka Merah Putih di halaman rumah mereka, baik atas inisiatif sendiri maupun merespons imbauan pemerintah.

Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, warga telah mulai menaikkan bendera sejak Jumat (15/8). Aksi ini didukung oleh personel TNI/Polri yang turun langsung ke permukiman warga untuk membagikan bendera Merah Putih secara gratis.

Tokoh masyarakat Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Abdullah, mengungkapkan bahwa pemasangan bendera merupakan simbol kemerdekaan dari penjajahan. Namun, ia menekankan bahwa makna merdeka juga harus mencakup keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat.

"Memasang bendera sebagai simbol negara telah merdeka. Sekarang keadilan bagi seluruh rakyat adalah dambaan dan cita-cita bangsa. Merdeka bukan hanya pengibaran bendera, tapi kemakmuran dan merasa terlindungi dalam hidup bernegara tentu lebih penting lagi," tutur Abdullah kepada Media Indonesia, Selasa (18/8).

Di Kabupaten Pidie, lambaian Merah Putih tidak hanya menghiasi rumah warga, tetapi juga pekarangan masjid, meunasah (musala desa), hingga tempat pengajian sejak awal Agustus hingga Selasa (18/8).

Aneka Lomba Tradisional

Selain pengibaran bendera, peringatan Dirgahayu Ibu Pertiwi di Aceh dimeriahkan dengan berbagai hiburan dan lomba olahraga tradisional. Kegiatan ini digelar di sekolah-sekolah, lingkungan desa, hingga pusat perbelanjaan.

Di Kompleks Sekolah Sukma Bangsa Pidie (jenjang SD, SMP, dan SMA), ratusan siswa dan guru antusias mengikuti lomba lari estafet, kepiting sarung, hingga tarik tambang. Sekolah yang didirikan oleh Surya Paloh melalui Yayasan Sukma ini juga menyelenggarakan pertandingan sepak bola dewasa yang melibatkan klub-klub dari desa tetangga.

Kemeriahan serupa terlihat di Desa Masjid Aree, Kecamatan Delima, Pidie. Warga setempat menggelar lomba tarik tambang khusus kelompok ibu-ibu rumah tangga untuk mempererat silaturahmi.

"Kelompok yang mendapat juara 1, 2, dan 3 diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi," ujar Muhammad Habibi, salah satu warga yang berpartisipasi dalam acara tersebut. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |