Ibu Hamil Ikut Latihan Militer Calon Manajer Kopdes

9 hours ago 6

KEMENTERIAN Koperasi membenarkan adanya peserta yang tengah mengandung saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Informasi tersebut mencuat di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan program setelah sejumlah peserta meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kementerian Koperasi Destry Anna Sari memastikan bahwa persoalan tersebut kini menjadi salah satu fokus evaluasi yang sedang dilakukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Namun, ia tidak mengungkap jumlah peserta yang dimaksud.

“Terkait informasi mengenai peserta yang sedang hamil, hal tersebut menjadi salah satu aspek yang turut menjadi perhatian dalam proses evaluasi yang sedang dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional,” ujar dia melalui pesan tertulis pada Kamis, 25 Juni 2026.

Destry menjelaskan, seluruh peserta yang mengikuti program sebelumnya telah melalui tahapan seleksi dan pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, peserta calon manajer kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan.

Meski demikian, Destry melanjutkan, pemerintah akan menelaah kembali seluruh mekanisme pemeriksaan kesehatan, verifikasi kondisi peserta, serta sistem pemantauan kesehatan selama pelatihan berlangsung. Evaluasi itu dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat celah dalam proses seleksi maupun pengawasan kesehatan peserta selama program berjalan.

Ia mengatakan berbagai temuan dan insiden yang muncul dalam pelaksanaan Latsarmil tahun ini akan menjadi bahan perbaikan untuk penyelenggaraan program berikutnya. “Setiap masukan dan pembelajaran dari pelaksanaan program akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan ke depan agar program dapat berjalan semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” kata Destry.

Lebih lanjut, Kementerian Koperasi memastikan program pelatihan tersebut tetap akan dilanjutkan. Destry menegaskan program ini dirancang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin, integritas, kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan semangat pengabdian guna mendukung pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih.

“Keikutsertaan peserta dalam program ini juga dilaksanakan secara sukarela melalui mekanisme seleksi yang telah ditetapkan,” tuturnya.

Sorotan terhadap pelaksanaan latihan dasar militer ini menguat setelah tiga calon manajer Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih meninggal saat mengikuti pendidikan dasar militer komponen cadangan. Ketiganya adalah Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Novia mengikuti pelatihan di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara, Jakarta. Ia meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026, atau hari keenam sejak pelatihan dimulai pada Rabu pekan lalu. 

Sementara itu, Anisa meninggal pada 18 Juni 2026 setelah mengalami heat stroke saat mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Resimen Induk Kodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Adapun Yonanda dinyatakan wafat akibat cardiac arrest atau henti jantung pada 17 Juni 2026 ketika mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |