IKPI Perluas Literasi Pajak Generasi Muda Lewat Kompetisi Nasional

7 hours ago 3
IKPI Perluas Literasi Pajak Generasi Muda Lewat Kompetisi Nasional Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld.(Dok IKPI)

IKATAN Konsultan Pajak Indonesia memperluas edukasi dan literasi perpajakan di kalangan generasi muda melalui berbagai kegiatan kompetitif dan akademik. Upaya tersebut diwujudkan lewat Lomba Cerdas Cermat (LCC) Nasional untuk jenjang SMA/SMK dan perguruan tinggi serta kegiatan Call for Paper.

Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld mengatakan, pemahaman mengenai perpajakan perlu diperkenalkan sejak bangku pendidikan. Menurut dia, para pelajar dan mahasiswa saat ini merupakan calon wajib pajak sekaligus calon pemimpin yang akan berperan dalam pembangunan Indonesia.

“Kami melihat mereka ini ke depan adalah para wajib pajak. Mereka juga akan menjadi pemimpin-pemimpin nasional, sehingga sudah sepatutnya kita memberi ruang untuk memahami perpajakan sejak dini,” kata Vaudy dikutip dalam keterangannya, Senin (24/8).

Ia menjelaskan, sekolah dan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk kualitas generasi penerus. Sementara itu, IKPI berupaya menyediakan ruang pembelajaran yang dapat membantu peserta memperluas wawasan, menguji kemampuan, sekaligus memahami persoalan perpajakan secara lebih dekat.

Selain meningkatkan literasi pajak, IKPI juga mendorong pengenalan profesi konsultan pajak kepada generasi muda. Menurut Vaudy, profesi tersebut memiliki peran dalam sistem perpajakan sekaligus menawarkan peluang pengembangan karier.

“Konsultan pajak bukan hanya sebuah profesi. Kami melihat profesi ini juga membuka lapangan pekerjaan, sehingga perlu semakin banyak generasi muda yang tertarik mendalaminya,” ujarnya.

Tiga Program Perkuat Literasi Pajak

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-61 IKPI. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah LCC Nasional Perguruan Tinggi 2026.

Kompetisi tersebut diikuti 505 tim yang berasal dari sekitar 117 perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai wilayah Indonesia. Setelah melalui tahapan seleksi, lima tim berhasil mencapai babak final, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Mercu Buana, Universitas Internasional Batam, Politeknik Negeri Balikpapan, dan Universitas Brawijaya.

Untuk kategori SMA/SMK, kompetisi diikuti 190 tim dari 107 sekolah. Tiga peserta yang berhasil lolos ke Grand Final adalah SMKN 1 Surabaya, SMAN 23 Kabupaten Tangerang, dan SMK Kristen Immanuel Pontianak.

Di luar kompetisi cerdas cermat, IKPI juga memperkenalkan Call for Paper untuk pertama kalinya. Program tersebut dirancang sebagai wadah bagi generasi muda dan kalangan akademik dalam menyampaikan gagasan serta pemikiran baru mengenai perpajakan.

“Call for Paper menghasilkan ide-ide kritis yang bisa menjadi masukan bagi kami sebagai asosiasi maupun bagi pengembangan kebijakan perpajakan ke depan,” kata Vaudy.

Tak Sekadar Menguji Hafalan

Vaudy menegaskan, LCC Nasional IKPI tidak dirancang hanya untuk menguji kemampuan peserta dalam mengingat aturan perpajakan. Kompetisi tersebut juga mengukur kemampuan memahami regulasi, menganalisis persoalan, menyelesaikan studi kasus, hingga membangun kerja sama dalam tim.

Keragaman daerah asal peserta yang berhasil menembus babak final juga dinilai menunjukkan perkembangan positif dalam pemerataan pemahaman perpajakan.

“Kami tidak melihat lagi pembagian Jawa atau luar Jawa. Finalisnya sangat bervariasi. Artinya, pemerataan pengetahuan perpajakan semakin positif,” ujarnya.

IKPI berharap LCC Nasional dan Call for Paper dapat dikembangkan menjadi agenda rutin setiap tahun. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana mempertemukan organisasi profesi dengan sekolah dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem literasi perpajakan yang lebih luas.

“Yang kami bangun adalah ruang belajar dan kompetisi agar semakin banyak generasi muda mengenal perpajakan, berpikir kritis terhadap regulasi, dan siap berkontribusi bagi pembangunan ekonomi Indonesia,” ujarnya. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |