Uji Coba Teknologi AI Dipakai untuk Analisis Perdagangan Aset Kripto

6 hours ago 3
Uji Coba Teknologi AI Dipakai untuk Analisis Perdagangan Aset Kripto Ilustrasi(Magnific.com)

PERUSAHAAN teknologi infrastruktur AI Robo Advisor, WinX (PT Pandawa Sakti Digital), resmi menjalin kerja sama strategis dengan pedagang aset kripto Reku (PT Rekeningku Dotcom Indonesia) untuk menguji coba pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam ekosistem aset keuangan digital Indonesia. 

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan dalam rangkaian ajang Coinfest Asia 2026 di Bali. Lewat kemitraan ini, kedua pihak bakal mengeksplorasi penggunaan infrastruktur AI Robo Advisor untuk membantu investor menganalisis pasar, menyusun strategi, hingga melakukan eksekusi transaksi aset kripto, khususnya pada produk derivatif yang berisiko tinggi secara lebih terukur. 

"Pertumbuhan investor aset kripto di Indonesia menunjukkan kebutuhan teknologi yang membantu pemahaman dinamika pasar semakin besar. Melalui kerja sama dengan Reku, kami ingin menguji bagaimana AI Robo Advisor dapat membantu investor mengambil keputusan perdagangan yang lebih terukur," ujar Direktur Utama PT Pandawa Sakti Digital Mikhail Hermawan dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026). 

Respons Tingginya Pertumbuhan Investor Kripto Nasional

Langkah kolaborasi ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan pesat pasar aset digital di Tanah Air. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah investor aset kripto nasional telah menembus 22,69 juta orang. 

Pada periode yang sama, nilai transaksi kripto di Indonesia melonjak 24,20 persen secara bulanan menjadi Rp28,58 triliun. Seiring melesatnya volume transaksi, OJK juga mencatat telah memberikan izin resmi kepada 26 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). 

Chief Compliance Officer Reku Robby menyampaikan bahwa penerapan AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan pengalaman bertransaksi pengguna. Namun, implementasinya harus tetap mengedepankan evaluasi teknis dan manajemen risiko yang ketat.

"Melalui kolaborasi ini, Reku dan WinX akan terlebih dahulu melakukan pengujian secara terbatas untuk melihat efektivitas teknologi, pengalaman pengguna, serta berbagai aspek yang diperlukan sebelum dapat dikembangkan lebih lanjut," jelas Robby.

Mulai Uji Coba Tertutup (Closed Testing)

Pada tahap awal, WinX dan Reku akan berfokus melangsungkan pengujian secara tertutup (closed testing). Proses evaluasi ini akan menitikberatkan pada performa teknologi AI, keandalan strategi transaksi, mekanisme pengelolaan risiko, serta kesiapan sistem integrasi ke dalam platform perdagangan.

Apabila hasil pengujian tahap awal ini menunjukkan performa positif, kedua perusahaan berencana melanjutkan kolaborasi ke tahap pengujian berikutnya hingga dapat diakses secara komersial oleh masyarakat luas.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun infrastruktur perdagangan aset keuangan digital Indonesia yang semakin inovatif, kompetitif, namun tetap mengedepankan pengelolaan risiko dan kepentingan pengguna," pungkas Mikhail.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |