Khozy Rizal Hidupkan Kembali Sosok Laut lewat Video Musik “Matilah Kau Mati”

6 hours ago 3
Khozy Rizal Hidupkan Kembali Sosok Laut lewat Video Musik “Matilah Kau Mati” Para pemain dan tim kreatif Laut Bercerita dalam konferensi pers perilisan video musik “Matilah Kau Mati” di dia.lo.gue, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengenalan karya yang mempertemukan cerita(MI/Chatrine Simanjuntak)

BAGAIMANA jika Laut kembali dan melihat Indonesia hari ini? Pertanyaan itu menjadi titik awal Khozy Rizal saat menyutradarai video musik “Matilah Kau Mati” untuk film Laut Bercerita

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam visual melalui penggunaan air dalam jumlah besar, pembangunan set rumah yang menyerupai rumah dalam film, serta gerak slow motion yang mengikuti karakter musik.

Dalam konferensi pers perilisan video musik, poster teaser, dan OST Laut Bercerita di dia.lo.gue, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (24/8), Khozy menjelaskan konsep tersebut berangkat dari keinginannya membayangkan Laut yang kembali setelah semua yang dialaminya.

“Gimana kalau misalnya Laut bangkit lagi dan melihat bagaimana Indonesia sekarang, apakah orang-orang Indonesia masih memiliki perlawanan yang dia punya dulu,” kata Khozy.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, air menjadi salah satu elemen utama dalam video musik. Tim produksi bahkan harus menyiapkan satu truk air untuk kebutuhan syuting. Air digunakan untuk membangun suasana sekaligus menggambarkan sosok Laut yang seolah kembali hidup.

Gagasan tentang Laut yang kembali kemudian diperkuat melalui set rumah yang menjadi bagian dari cerita. Leila S. Chudori menjelaskan rumah dalam video musik dibuat sangat mirip dengan rumah yang digunakan dalam film di Semarang. Pembangunan set tersebut dilakukan dalam satu hari, dengan beberapa bagian dibuat sedikit berantakan mengikuti arahan Khozy.

“Set rumah itu persis banget sama yang ada di Semarang dan itu dibuat satu hari, cuma memang agak sedikit dibuat berantakan mengikuti arahan Khozy,” ujar Leila.

Set rumah tersebut menjadi salah satu cara untuk membawa kembali dunia Laut ke dalam video musik. Kemiripannya bahkan membuat Yunita Siregar terkejut ketika pertama kali tiba di lokasi syuting.

“Aku shock ketika sampai set, kok ketemu rumah ini lagi. Tapi nggak kepikiran kalau sampai set itu bisa persis itu, semirip itu,” kata Yunita.

Tidak hanya bentuk dan suasana rumah yang disesuaikan dengan cerita. Gerakan dalam video musik juga dibuat mengikuti karakter lagu yang menjadi dasarnya. Kholil dari Efek Rumah Kaca menjelaskan tempo lagu yang cenderung lambat diterjemahkan melalui teknik slow motion agar perubahan emosi dalam musik turut terasa melalui gambar.

“Karena lagunya agak lambat, jadi memang di musik ini gue pakai teknik yang similar juga. Makanya musik itu kayak all slow motion, dan emosinya jadi naik,” ujar Kholil.

Karakter musik tersebut berawal dari materi yang digunakan untuk membuat “Matilah Kau Mati”. Lagu tersebut mengambil puisi “Di Hari Kematianku” karya Leila S. Chudori yang terdapat dalam Laut Bercerita. Atas permintaan Leila, puisi tersebut kemudian dikembangkan menjadi lagu dengan tetap mempertahankan judul “Matilah Kau Mati”.

Proses pengembangan lagu dilakukan melalui pembacaan kembali materi Laut Bercerita dan diskusi untuk menentukan suasana yang sesuai dengan cerita. Kholil mengatakan proses tersebut dilakukan bersama Leila dan tim film hingga mendapatkan bentuk musik yang disepakati.

“Saya harus baca bukunya, lalu berdiskusi dengan Mbak Lela mengenai mood-nya. Setelah disetujui tim film, kebetulan saya di New York dan akhirnya minta bantuan anak saya. Itu mengubah arah musik menjadi lebih elektronik. Setelah jadi, saya tanyakan ke tim Laut Bercerita, ternyata mereka juga suka,” ujar Kholil.

Setelah bentuk awal lagu terbentuk, masih ada penyesuaian pada bagian tertentu. Kholil mengatakan perubahan besar terjadi satu kali, ketika salah satu bagian lagu dibuat lebih energetik agar emosi yang muncul tidak hanya berupa kesedihan.

“Jadi bukan hanya sedih aja, tapi ada semangat yang marah gitu, tapi juga ada situasi yang relief gitu,” ujar Kholil.

Perubahan emosi dalam lagu tersebut kemudian sejalan dengan gagasan awal video musik tentang Laut yang bangkit kembali. Melalui air, set rumah, puisi, dan gerak visual yang mengikuti musik, Khozy membangun kembali sosok Laut dalam bentuk video musik dengan membawa suasana sedih, marah, sekaligus semangat untuk melawan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |