USK Kirim Tujuh Tim Medis Bantu Korban Gempa NTT

7 hours ago 4
USK Kirim Tujuh Tim Medis Bantu Korban Gempa NTT Tim medis Universitas Syiah Kuala Aceh saat hendak bertolak ke NTT untuk membantu korban gempa.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

SEBAGAI wujud solidaritas sesama anak bangsa, manajemen Universitas Syiah Kuala (USK) mengirimkan tim relawan kesehatan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kampus jantung hati masyarakat Aceh ini berupaya meringankan penderitaan warga di Kabupaten Manggarai Barat pascabencana hebat yang terjadi pekan lalu.

Tim kemanusiaan tersebut resmi diberangkatkan pada Minggu (23/8/2026) melalui seremoni pelepasan di kediaman Rektor USK, Profesor Mirza Tabrani, di Banda Aceh. Langkah ini merupakan respons cepat atas gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026, yang mengakibatkan kerusakan bangunan, ribuan warga mengungsi, hingga jatuhnya korban jiwa.

Mirza Tabrani, menjelaskan bahwa tim USK Peduli Manggarai NTT terdiri dari tujuh ahli yang memiliki spesialisasi khusus untuk menangani kondisi darurat pascabencana. "Tim beranggotakan tujuh orang yang terdiri atas satu dokter spesialis bedah, dua dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dua perawat, satu epidemiolog kesehatan masyarakat, dan satu tenaga teknis dari TDMRC USK," ujar Mirza, Senin (24/8/2026).

Fokus Pelayanan di RSUD Komodo

Setibanya di lokasi, tim medis USK akan langsung bertugas di RSUD Komodo, Labuan Bajo, selama 14 hari. Fokus utama mereka adalah memberikan pelayanan klinis bagi masyarakat yang mengalami cedera fisik serius akibat reruntuhan gempa.

"Khususnya penanganan trauma, luka, fraktur (patah tulang), dislokasi, serta kebutuhan perawatan pasien pascaoperasi," tambah Rektor.

Selain pelayanan medis langsung, para relawan juga mengemban misi strategis lainnya, meliputi:

  • Asesmen kebutuhan mendesak di lapangan.
  • Surveilans epidemiologi untuk mencegah penyebaran penyakit di pengungsian.
  • Dukungan logistik bagi korban terdampak.
  • Transfer pengetahuan untuk penguatan kapasitas tenaga kesehatan lokal.

"Melalui kolaborasi tenaga medis, peneliti kebencanaan, dan tenaga teknis, USK berupaya mempercepat pemulihan masyarakat di Manggarai Barat," tutur Mirza. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |