Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Menargetkan Fasilitas Energi Kawasan

2 hours ago 1
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Menargetkan Fasilitas Energi Kawasan ilustrasi(Al Jazeera)

MILITER Iran memperingatkan akan memperluas cakupan serangan ke berbagai fasilitas energi di kawasan apabila Amerika Serikat (AS) melancarkan agresi terhadap infrastruktur strategis Teheran.

Peringatan tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada Rabu (22/7) malam di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Dalam pernyataannya, markas militer itu menegaskan bahwa jika Amerika Serikat merealisasikan ancamannya, Iran akan merespons dengan menargetkan sektor energi di kawasan.

"Tidak akan mengizinkan ekspor setetes pun minyak," demikian pernyataan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Militer Iran juga menyatakan bahwa berbagai fasilitas minyak, gas, listrik, dan infrastruktur ekonomi di seluruh kawasan akan menjadi sasaran apabila konflik terus meningkat.

Selain itu, Iran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz masih ditutup. Pihak militer memperingatkan tidak ada kapal yang diizinkan melintasi jalur pelayaran strategis tersebut kecuali melalui rute yang telah ditentukan sesuai prosedur yang diumumkan sebelumnya.

Dalam pernyataan yang sama, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya juga memperingatkan bahwa ancaman maupun tindakan militer Amerika Serikat hanya akan memperluas cakupan konflik.

Menurut mereka, eskalasi dapat meluas ke seluruh wilayah dan bahkan lebih jauh lagi.

Ketegangan antara kedua negara terus meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah wilayah di Iran sejak pekan lalu.

Sebagai balasan, Teheran mengintensifkan serangan terhadap berbagai fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Bentrokan bersenjata tersebut masih berlangsung meskipun sebelumnya Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu.

Kesepakatan itu dirancang untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada Februari sekaligus membuka jalan bagi tercapainya perjanjian damai yang lebih permanen. (Anadolu/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |