Strategi ESG PT IMIP Menjawab Challenge Pasar Global dan Regulasi Uni Eropa

3 hours ago 1
Strategi ESG PT IMIP Menjawab Challenge Pasar Global dan Regulasi Uni Eropa IMIP mengoperasikan klaster industri stainless steel, carbon steel, dan baterai kendaraan listrik yang saling terintegrasi.(Dok.Istimewa)

BAGI PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), pengelola kawasan industri terintegrasi berbasis nikel, Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan sekadar jargon, melainkan strategi inti bisnis. 

Di atas lahan seluas sekitar 4.000 hektare di Morowali, Sulawesi Tengah, IMIP mengoperasikan klaster industri stainless steel, carbon steel, dan baterai kendaraan listrik yang saling terintegrasi.

Model ini memungkinkan limbah dari satu lini produksi diolah menjadi bahan baku bagi lini lain, sembari memastikan efisiensi energi dan pemantauan lingkungan dijalankan secara terpusat.

"Sejak tahun 2024, IMIP telah mengaplikasikan kerangka kerja ESG sebagai komitmen nyata perusahaan dalam penerapan standar tata kelola yang transparan, bertanggung jawab, dan aman," ujar Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, Kamis (23/7).

Menurutnya, ESG bukan sekadar pemenuhan kepatuhan, melainkan arah strategis bagi seluruh departemen dan tenant untuk membangun serta menjaga kepercayaan publik.

Komitmen tersebut ditopang oleh struktur tata kelola yang kokoh, meliputi ESG Committee, ESG Office, hingga ESG Team di setiap tenant, dengan pembagian peran presisi yang memastikan tidak ada celah tanggung jawab. 

Seluruh implementasinya berjalan melalui ESG Management System berbasis siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), yang diselaraskan secara konsisten dengan roadmap ESG perusahaan hingga 2030.

DORONG TRANSISI
Di sektor energi, IMIP terus mendorong transisi menuju sumber daya yang lebih bersih secara terukur. Hingga akhir 2025, kawasan ini telah mengoperasikan 502 unit kendaraan listrik, termasuk dump truck dan berbagai alat berat. 

Pada Mei 2026, IMIP memperkuat komitmen tersebut dengan menambah 207 unit bus listrik sebagai moda transportasi utama karyawan. 

Proyek energi terbarukan pun terus digenjot, di antaranya pembangunan PLTS berkapasitas 200 MWp yang ditargetkan beroperasi pada 2027, serta optimalisasi waste heat power generation, tenaga air, dan biomassa.

Langkah dekarbonisasi juga diterapkan secara ketat dari sisi pasokan bahan baku. Head of Environment Department PT IMIP, Yundi Sobur, menjelaskan bahwa IMIP menetapkan kualifikasi pengadaan baja daur ulang (scrap steel) guna menekan emisi karbon. 

"Upaya ini meliputi pemanfaatan battery energy storage system, belt conveyor, slurry pipeline, serta pengembangan sumber energi ramah lingkungan," jelasnya, menggambarkan pendekatan holistik yang memadukan inovasi teknologi, efisiensi energi, transportasi rendah karbon, dan ekonomi sirkular.

Prinsip ekonomi sirkular ini turut diterapkan dalam pengelolaan limbah dan air. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) beroperasi aktif di tingkat kawasan maupun tenant, disokong oleh Sistem Pemantauan Air Limbah Secara Terus-Menerus (SPARING) yang terintegrasi langsung dengan platform Kementerian Lingkungan Hidup.

Hasilnya, kualitas air dapat dipantau secara transparan dan real-time. Pada periode Januari–Mei 2026, IMIP mencatat pemanfaatan limbah organik dan anorganik mencapai 30,8 ton atau 5,6% dari total 549 ton timbulan limbah dengan komposisi 74,68% organik, 10,26% anorganik, dan 15,06% residu.

ASPEK SOSIAL
Aspek sosial tak luput dari perhatian melalui beragam program kemasyarakatan yang berdampak nyata. Mulai dari penyediaan layanan kesehatan gratis, kegiatan donor darah rutin hingga empat kali setahun di dalam dan luar kawasan, hingga edukasi pencegahan kebakaran serta keamanan instalasi listrik rumah tangga yang telah menjangkau puluhan desa dan ribuan warga. 

"Kami memberikan fasilitas APAR gratis di kantor-kantor desa, serta menyediakan layanan mobil Damkar dan ambulans untuk respons cepat jika terjadi bencana," kata Head of Department OHS PT IMIP, Johny Semuel. 

Komitmen ESG ini menjadi kian krusial seiring diberlakukannya Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa sejak Januari 2026, yang memperketat uji tuntas lingkungan serta Hak Asasi Manusia (HAM) bagi industri penyokong pasar ekspor utama. 

Guna menjawab tantangan global tersebut, IMIP menyusun laporan ESG secara komprehensif berpatokan pada standar internasional seperti GRI, ISSB, Responsible Minerals Initiative (RMI), OECD Due Diligence Guidance, ISO 14064, ISO 14067, ISO 50001, hingga prinsip-prinsip PBB dan ILO, sekaligus mengembangkan Responsible Supply Chain Due Diligence System di seluruh rantai nilai.

Manajemen menyadari bahwa transformasi menuju ekonomi rendah karbon memerlukan investasi sumber daya yang besar dan penyesuaian operasional yang tidak sedikit. 

Karena itu, roadmap ESG IMIP difokuskan pada penguatan fondasi program CSR, riset dan pemetaan sosial yang mendalam, penyelarasan dengan arah pembangunan daerah, serta penguatan kapasitas sosial dan ekosistem lokal. 

"Pada 2030, kami menargetkan terciptanya masyarakat yang tangguh dan berdaya saing di tengah ekosistem sosial dan lingkungan yang lestari," ungkap Yulius optimis.

Sebagai simpul penting dalam rantai pasok global industri baterai kendaraan listrik, IMIP terus memperkuat pengelolaan data ESG melalui sistem ketertelusuran (traceability) yang selaras dengan standar global. 

Lebih dari sekadar cerminan keberhasilan hilirisasi nasional, IMIP kini menjadi pembuktian nyata sejauh mana industri skala besar Indonesia mampu menjawab tantangan global yang kompleks, tetap kompetitif, dan diterima secara luas dalam rantai pasok dunia. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |