Sebuah foto yang dirilis oleh Kantor Berita Qatar (QNA) pada 13 Februari 2024 memperlihatkan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al-Thani (kanan) sedang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian di Doha.( Qatar News Agency / AFP)
IRAN meminta Qatar membebaskan tiga pilot Angkatan Udara Iran yang disebut telah ditangkap setelah jet tempur Su-24 yang mereka kendarai jatuh selama perang di Timur Tengah.
Jenderal Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagherzadeh mengatakan ketiga pilot tersebut masih hidup ketika ditangkap oleh pasukan Qatar. Menurutnya, ketiganya telah berada dalam tahanan selama sekitar enam bulan.
"Tiga pilot Iran ditangkap hidup-hidup oleh pasukan Qatar setelah jet tempur Su-24 mereka jatuh selama perang," kata Bagherzadeh dilansir AFP, Minggu (16/8).
Ketiga pilot yang dimaksud adalah Javad Salehi, Abdolmajid Dashtian, dan Omran Behraveshian. Dalam surat yang ditujukan kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Bagherzadeh meminta agar ketiganya segera dibebaskan.
Ia juga menyebut para pilot belum mendapatkan kesempatan untuk bertemu ataupun berkomunikasi dengan keluarga mereka sejak ditahan.
Sebelumnya, pemerintah Iran hanya menyatakan ketiga pilot tersebut hilang. Dugaan bahwa mereka telah ditangkap oleh pasukan Qatar tidak disampaikan kepada publik pada saat itu.
Pada bulan lalu, militer Iran juga mengumumkan telah menemukan jenazah pilot bernama Majid Kazemi. Ia disebut tewas dalam serangan terhadap Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada awal Maret.
Pangkalan Al Udeid merupakan salah satu instalasi militer Amerika Serikat terbesar di kawasan Timur Tengah. Fasilitas tersebut menjadi tempat bagi sejumlah unsur Komando Pusat AS (CENTCOM), termasuk komando angkatan udara dan pasukan operasi khusus.
Konflik terbaru di kawasan tersebut pecah pada 28 Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangan ke sejumlah wilayah.
Upaya diplomatik selanjutnya menghasilkan gencatan senjata pada April, setelah pertempuran berlangsung selama hampir 40 hari. Kerangka perundingan damai kemudian disepakati pada Juni, tetapi proses tersebut pada akhirnya gagal.
Sejak saat itu, Iran dan Amerika Serikat masih terlibat dalam serangkaian serangan sporadis. Pertempuran terutama terkonsentrasi di wilayah selatan Iran dan sekitar Selat Hormuz. Situasi di kawasan tersebut dilaporkan relatif mereda sejak akhir Juli, meski ketegangan antara kedua pihak masih belum sepenuhnya berakhir. (H-4)

















































