Anak gajah sumatra.(dok.BKSDA Sumsel)
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mengumumkan kelahiran anak gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21, Padang Sugihan, di Sumatra Selatan, tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa (18/8), Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan, Daniwari Widiyanto menyampaikan anak gajah berjenis kelamin betina lahir dari induk Lestari dan pejantan Gapula di Pusat Konservasi Gajah Jalur 21 pada Senin (17/8).
"Peristiwa ini merupakan kado alam yang sangat bermakna bagi upaya konservasi satwa dilindungi di Indonesia, khususnya pada momen bersejarah Hari Kemerdekaan," kata Kepala BKSDA Sumatra Selatan, Daniwari Widiyanto
Dia menjelaskan di bawah penanganan intensif tim medis dan mahout (pawang gajah) Sugito, proses kelahiran diperkirakan berlangsung pada 17 Agustus 2026, antara pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Tak lama setelah lahir, bayi gajah tersebut sudah mampu berdiri tegak dan menyusu secara normal pada induknya.
Mengingat kondisi cuaca di area ruang terbuka PKG Jalur 21 saat ini sangat panas, tim medis BKSDA Sumsel langsung melakukan intervensi dan tindakan penanganan khusus.
Daniwari memastikan petugas menyiapkan naungan (shelter) yang cukup serta memastikan pasokan air minum dan fasilitas mandi tercukupi untuk menjaga suhu tubuh serta daya tahan induk dan anakan pascaproses kelahiran.
Tim dokter hewan dan mahout terus memberikan pengawasan ekstra dengan memperketat ketersediaan nutrisi pakan harian serta menambahkan suplemen buah-buahan untuk mempercepat pemulihan fisik gajah Lestari.
Guna memastikan tumbuh kembang bayi gajah berjalan optimal, Daniwari mengatakan BKSDA Sumsel memberlakukan pemantauan intensif selama 7x24 jam penuh. Tim di lapangan mencatat secara berkala perkembangan perilaku, respons fisik, serta kondisi fisiologis induk maupun anak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan satwa captive di PKG Jalur 21.
"Kelahiran ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Kehutanan bersama BKSDA Sumatra Selatan dalam menjaga kelestarian gajah Sumatra agar terus berkembang biak dan terlindungi secara berkelanjutan di habitatnya," tutur Daniwari. (Ant/P-3)


















































