Mahasiswa Kampus Ini Gelar Pertunjukan Teater Musikal Angkat Kisah Misteri Penuh Intrik

2 hours ago 2
Mahasiswa Kampus Ini Gelar Pertunjukan Teater Musikal Angkat Kisah Misteri Penuh Intrik Ilustrasi(Dok Istimewa)

MAHASISWA LSPR Communication & Business Institute kelas COMM29-1TP mempersembahkan Clockwork Veil The Musical. Sebuah pertunjukan teater musikal orisinal ini memadukan unsur misteri, drama mendalam, dengan aransemen musik megah dalam sebuah panggung yang imersif. Pagelaran ini diselenggarakan di The Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Bekasi pada Kamis, (9/7). Production berskala besar ini merupakan puncak dari Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Introduction to Performing Arts and Communication. Seluruh proses kreatif tersebut melalui dosen pembimbing Dr. Yasmine Yessy Gusman, selaku dosen pengampu bersama Angelina Putri Chetwynd sebagai asisten dosen.

Menurut Yessy Gusman yang juga artis senior dengan debut filmnya bersama Rano Karno, dengan kegiatan ini para mahasiswa mengimplementasikan teori komunikasi, seni peran, hingga manajemen produksi ke dalam sebuah industri kreatif yang nyata secara kolaboratif.

Maycilla Putri Maharani selaku Manager Produksi menjelaskan drama ini mengambil latar atmosferik di era Inggris lama, Clockwork Veil The Musical mengikuti kisah dua tokoh dengan cara pandang yang bertolak belakang. Alistair Vane hadir sebagai seorang detektif konsultan eksentrik yang mengandalkan logika kaku dan analisis pola. Sementara itu, Eliza Thorne tampil sebagai perempuan dengan intuisi tajam dan sensitivitas tinggi yang kerap diabaikan oleh masyarakat.

Pertemuan tidak terduga di antara keduanya membawa mereka pada penyelidikan serangkaian pembunuhan misterius yang menargetkan para pejabat tinggi pemerintahan. Sang pembunuh meninggalkan jejak teatrikal yang identik di setiap tempat kejadian perkara, yaitu selembar kasa usang yang berisi cairan racun dan sebuah jam saku yang rusak. Seiring penyelidikan berkembang, Alistair dan Eliza menemukan keterlibatan The Clockwork Circle, sebuah organisasi rahasia elitis yang diduga kuat mengendalikan hukum, roda industri, hingga sistem monarki dari balik layar.

"Di tengah kepanikan publik yang mencekam dan keterbatasan aparat penegak hukum, duo detektif ini harus berkejaran dengan waktu untuk mengungkap kebenaran yang semakin berbahaya di setiap langkahnya," ungkap Tasya Jessica selaku sutradara sesuai dengan skrip yang di tulis oleh Falisha Daneen.

Dukungan

Menurut Yessy Gusman dukungan penuh juga datang dari Founder & CEO LSPR, Prita Kemal Gani, serta Rektor LSPR, Dr. Andre Ikhsano, M.Si. "Mereka menegaskan bahwa gelaran ke-34 LSPR Theatre Festival ini merupakan ruang ekspresi krusial untuk membentuk karakter, empati, dan kerja sama tim mahasiswa di luar kelas”. Mengutip esensi pesan dari Maya Angelou dan Pablo Picasso, mereka menyampaikan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menggerakkan hati sekaligus membasuh kejenuhan hidup. "Kehadiran festival legendaris peraih rekor MURI ini menjadi bukti nyata komitmen LSPR dalam mendukung keberanian generasi muda Batch 29 untuk mengeksplorasi potensi artistik tertinggi mereka sebagai komunikator masa depan," tukas Yessy.

Menurut Angelina, event ini lebih dari sekadar pemenuhan nilai akademis, produksi ini menjadi panggung pembuktian bagi mahasiswa LSPR COMM29-1TP dalam mengeksplorasi batas kreativitas mereka. Seluruh elemen pertunjukan mulai dari penulisan naskah orisinal, koreografi tari, olah vokal, komposisi musik, hingga tata artistik panggung dirancang secara mandiri demi menghadirkan atmosfer misteri yang kuat. "Melalui karya ini, mereka menyuguhkan tontonan yang tidak hanya menghibur, juga menunjukkan kualitas seni pertunjukan yang lahir dari generasi muda melalui kerja sama tim dan komunikasi kreatif," kata Angelina.

Yessy Gusman menambahkan pesan moral tentang pertunjukan drama musikal mahasiswanya, "Kita jangan terbawa kesedihan mendalam yang menyebabkan dendam yang akan berakibat menimbulkan banyak korban dan merugikan diri sendiri. Juga jangan menerima suap yang dapat menggoyahkan integritas aparat. Selain itu, betapapun suatu kejahatan ditutupi pada akhirnya akan terungkap juga”, pungkas Yessy Gusman seraya mengapresiasi dukungan para orang tua mahasiswa serta pihak pendukung lainnya.

Pementasan ini juga di dukung oleh para pemain diantaranya, Pramudya Wicaksono, Charissa Jolene Suryawinata, Alfonsus Cleoresta, Axelle Laurenza, Muhammad Faqih Mugodam, Dewi Fitri Hasan, Sheerly Alisya Putri Prayogi.(H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |