Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026

6 hours ago 2
Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026 Para pemenang Malam Anugerah Sayembara Kritik Sastra DKJ 2026, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (23/7).(dok.MI)

DEWAN Kesenian Jakarta (DKJ) menggelar Malam Anugerah Kritik Sastra DKJ 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (23/7). Acara ini menjadi puncak rangkaian Sayembara Kritik Sastra yang bertujuan mengembangkan tradisi kritik sastra sekaligus memberikan apresiasi kepada para penulis kritik sastra di Indonesia.

Acara dipandu oleh Anggun Pradesha selaku pembawa acara dan dihadiri oleh sejumlah pegiat sastra, peserta sayembara, dewan juri, serta tamu undangan. Kepala UP PKJ Taman Ismail Marzuki, Harry Sanjaya, membuka acara melalui sambutannya. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Malam Anugerah Kritik Sastra sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kesenian, khususnya di bidang sastra.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang Prihadi menjelaskan bahwa Dewan Kesenian Jakarta memiliki fokus pada perumusan kebijakan untuk mendukung perkembangan ekosistem kesenian. Menurutnya, Sayembara Kritik Sastra menjadi salah satu program penting agar kritik sastra semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Ia menegaskan bahwa DKJ tidak hanya berupaya mendorong lahirnya para seniman, tetapi juga membangun hubungan antara masyarakat dengan dunia seni melalui berbagai program yang berkelanjutan.

"Sayembara Kritik Sastra ini bagian dari bagaimana ekosistem ini dibangun dan dikenal lebih baik oleh masyarakat. Sejak 2007 program ini terus dipertahankan agar tidak meninggalkan program-program seperti ini," ujar Bambang Prihadi, Kamis (23/7).

Ia juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan tahun ini. Sebanyak 1.042 naskah tercatat mengikuti sayembara, termasuk karya yang berasal dari peserta yang berdomisili di Bali hingga Italia.

Selain itu, Bambang menyebut keterlibatan generasi muda juga cukup tinggi. Sebanyak 77 peserta berasal dari kalangan Generasi Z, yang dinilai menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap dunia kritik sastra.

Sementara itu, Ketua Komite Sastra DKJ, Fadjriah Nurdiarsih, mengatakan Sayembara Kritik Sastra telah menjadi tradisi yang terus dijaga oleh DKJ. Pada penyelenggaraan kedelapan ini, ia melihat munculnya banyak karya dengan kualitas yang baik.

Menurutnya, seluruh naskah yang masuk telah melalui proses pembacaan dan penilaian oleh dewan juri. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas karya di tengah perkembangan teknologi saat ini.

"Di era sekarang harus hati-hati terhadap plagiarisme," kata Fadjriah.

Ia menambahkan, sebanyak 15 karya terbaik sebelumnya telah diumumkan melalui akun Instagram resmi DKJ. Pada Malam Anugerah Kritik Sastra 2026, panitia kemudian mengumumkan para pemenang yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pengembangan kritik sastra Indonesia.

Melalui penyelenggaraan Sayembara Kritik Sastra, Dewan Kesenian Jakarta berharap tradisi kritik sastra terus berkembang dan semakin diminati oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda. (P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |