Menlu Sugiono(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
MENTERI Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh negara-negara sahabat menyusul bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Melalui unggahan di platform X, Minggu (16/8), Sugiono mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pesan belasungkawa dan solidaritas yang terus mengalir dari komunitas internasional di tengah masa sulit ini.
“Menyusul serangkaian gempa bumi dahsyat yang terjadi di Indonesia, kami menyampaikan penghargaan tulus kami kepada semua teman dan kolega atas pesan belasungkawa, dukungan, dan solidaritas mereka,” tulis Sugiono.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah Indonesia tengah bergerak cepat dalam menangani dampak bencana. Saat ini, upaya pencarian, penyelamatan, serta distribusi bantuan nasional sedang diintensifkan di seluruh wilayah yang terdampak gempa.
Dukungan Internasional Mengalir
Sejumlah negara secara resmi telah menyampaikan duka mendalam serta komitmen solidaritas bagi warga terdampak di NTT. Dukungan tersebut datang dari berbagai kawasan, mulai dari negara tetangga hingga negara-negara di Timur Tengah dan Eropa.
Beberapa negara yang telah menyatakan dukungannya antara lain Malaysia, Australia, Arab Saudi, Palestina, Qatar, Turki, Uni Emirat Arab, Rusia, dan Amerika Serikat. Selain itu, dukungan serupa juga disampaikan oleh negara-negara Skandinavia seperti Denmark dan Swedia melalui perwakilan diplomatik mereka di Jakarta.
Update Dampak Bencana
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (16/8) sore, dampak gempa bumi ini telah menyebabkan puluhan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
| Korban Meninggal Dunia | 53 Jiwa |
| Korban Luka-luka | 137 Orang |
| Jumlah Pengungsi | Lebih dari 5.000 Orang |
| Kerusakan Fisik | Rumah warga dan fasilitas umum |
Saat ini, para korban luka sedang mendapatkan perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan terdekat maupun rumah sakit darurat yang didirikan di lokasi bencana. Pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi di tengah proses pemulihan wilayah terdampak. (Ant/Z-1)


















































