ilustrasi(MI/Andhika Prasetyo)
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memastikan seluruh layanan navigasi penerbangan tetap berjalan secara optimal di tengah dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt Avirianto Suratno, menyatakan bahwa berdasarkan laporan dari sejumlah fasilitas yang terdampak, operasional layanan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, tetap terkendali. Pihaknya juga berkomitmen mendukung kelancaran proses evakuasi serta distribusi bantuan melalui jalur udara.
Dampak Fasilitas dan Kondisi Personel
Berdasarkan laporan terbaru, dampak gempa terhadap fasilitas AirNav teridentifikasi di beberapa titik, antara lain:
- Unit Bajawa
- Unit Ruteng
- Cabang Pembantu Ende
- Unit Maumere
- Cabang Pembantu Labuan Bajo
"Kerusakan yang teridentifikasi meliputi keretakan dan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan tower," jelas Avirianto dalam keterangan resmi yang diterima di Tangerang, Senin (17/8/2026).
Meskipun terdapat kerusakan fisik di beberapa unit, AirNav memastikan fasilitas di wilayah lain seperti Kupang, Waingapu, Tambolaka, dan Denpasar dalam kondisi aman. Selain itu, seluruh personel AirNav di wilayah terdampak dilaporkan selamat.
Skema Kontingensi dan Pemulihan
Manajemen AirNav Indonesia saat ini memprioritaskan aspek keselamatan dengan menerapkan skema kontingensi (contingency plan). Langkah kesiapan dilakukan melalui asesmen kondisi fasilitas dan pengaturan pelayanan dari lokasi yang dinilai aman.
"Pemeriksaan terhadap kondisi bangunan, fasilitas komunikasi, dan peralatan navigasi penerbangan masih terus dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan masih terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah," tambah Avirianto.
Dukungan navigasi ini menjadi krusial untuk menjaga konektivitas udara, terutama dalam mobilisasi personel dan bantuan kemanusiaan menuju Pulau Flores, termasuk Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende yang terdampak cukup parah menurut laporan Kementerian Sosial RI.
AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan di lapangan secara berkala guna memastikan kesiapan operasional tetap terjaga selama masa penanganan darurat dan pemulihan.


















































