Minum Minuman Manis setiap Hari Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Lambung

5 hours ago 2
Minum Minuman Manis setiap Hari Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Lambung Ilustrasi(Magnific.com)

KEBIASAAN mengonsumsi minuman manis setiap hari ternyata perlu lebih diperhatikan. Selain kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, soda, minuman energi, minuman buah berpemanis, hingga minuman berkarbonasi kini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung.

Temuan tersebut berasal dari studi terbaru yang dibahas EatingWell dan diterbitkan dalam jurnal Gastro Hep Advances. Penelitian ini menyoroti hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dengan munculnya kanker lambung pada orang dewasa.

Risiko lebih dari Dua Kali Lipat

Peneliti menganalisis data dari 112.284 peserta yang tergabung dalam dua studi kesehatan jangka panjang di Amerika Serikat, yakni Nurses’ Health Study dan Health Professionals Follow-up Study.

Para peserta mengisi kuesioner mengenai pola makan dan konsumsi minuman setiap empat tahun. Sementara itu, informasi mengenai gaya hidup, riwayat kesehatan, serta perkembangan penyakit diperbarui setiap dua tahun.

Selama lebih dari 3,2 juta tahun-persona pemantauan, tercatat 278 kasus kanker lambung. Hasilnya, peserta yang mengonsumsi sedikitnya satu porsi minuman berpemanis setiap hari memiliki risiko kanker lambung sekitar 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Peningkatan risiko terlihat pada perempuan maupun laki-laki. Pada perempuan, risikonya tercatat hampir tiga kali lebih tinggi, sedangkan pada laki-laki mendekati dua kali lipat.

Bukan Penyebab Pasti

Peneliti juga menelusuri kemungkinan hubungan antara minuman berpemanis dan infeksi H. pylori, salah satu faktor risiko kanker lambung yang telah dikenal. Namun, hubungan tersebut tetap terlihat dan tidak berkaitan dengan infeksi bakteri tersebut.

Menariknya, minuman dengan pemanis buatan tidak menunjukkan hubungan serupa dengan peningkatan risiko kanker lambung. Asupan fruktosa, yang banyak ditemukan dalam minuman berpemanis, juga dikaitkan dengan risiko lebih tinggi, terutama pada kelompok perempuan.

Meski demikian, penelitian ini bersifat observasional sehingga tidak dapat membuktikan bahwa minuman manis secara langsung menyebabkan kanker. Peserta penelitian juga sebagian besar merupakan tenaga kesehatan berkulit putih, sehingga hasilnya belum tentu berlaku untuk semua kelompok masyarakat.

Mulai Kurangi Konsumsi

EatingWell menekankan bahwa temuan ini bukan alasan untuk panik, melainkan pengingat agar konsumsi minuman berpemanis dikurangi. Mengganti satu minuman manis setiap hari dengan air putih, air berkarbonasi tanpa gula, atau teh tanpa pemanis dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |