Peneliti Temukan Jejak Genetik Kanker Prostat Mematikan

6 hours ago 2
Peneliti Temukan Jejak Genetik Kanker Prostat Mematikan Ilustrasi.(Magnific)

PARA peneliti berhasil mengidentifikasi jejak genetik (genetic footprints) yang tersembunyi di balik hampir sembilan dari sepuluh tumor kanker prostat. Penemuan ini memberikan harapan baru bagi deteksi dini kanker prostat yang mematikan dan membuka jalan bagi pengobatan yang lebih personal di masa depan.

Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini melibatkan analisis sampel tumor dari 959 pria oleh tim ilmuwan global yang tergabung dalam Pan Prostate Cancer Group (PPCG). Mereka berhasil mengidentifikasi delapan jejak genetik berbeda yang mencakup sekitar 85 persen kasus kanker prostat.

Dari delapan jejak tersebut, empat di antaranya ditemukan berkaitan erat dengan jenis kanker yang lebih agresif dan cenderung menyebar ke luar kelenjar prostat. Para ahli menyebut temuan ini sebagai petunjuk biologis penting yang dapat mengarah pada pengembangan tes yang lebih baik untuk mengidentifikasi kanker berisiko tinggi sejak dini.

Memahami Perbedaan Biologis Kanker

Ros Eeles, Profesor Onkogenetik di The Institute of Cancer Research, London, sekaligus pendiri PPCG, menjelaskan bahwa selama ini kanker prostat sering dianggap sebagai penyakit tunggal, padahal kenyataannya tidak demikian.

"Dua pria mungkin menerima diagnosis yang sama, tetapi kanker mereka berkembang dan berperilaku sangat berbeda. Selama ini kita belum sepenuhnya memahami biologi di balik perbedaan tersebut," ujar Eeles. Ia menambahkan bahwa temuan ini membawa dunia medis lebih dekat untuk mengidentifikasi bentuk molekuler yang berbeda dari kanker prostat.

Studi ini juga menemukan bahwa beberapa jejak genetik berkaitan dengan faktor usia dan garis keturunan, termasuk pola yang lebih umum ditemukan pada pria kulit hitam. Sebagai informasi, pria kulit hitam memiliki risiko satu banding empat terkena kanker prostat seumur hidup, dua kali lipat dari populasi umum.

Menuju Pengobatan Personal

Profesor Joachim Weischenfeldt dari Universitas Kopenhagen, penulis utama studi tersebut, menekankan signifikansi klinis dari temuan ini. Menurutnya, jejak genetik ini dapat membantu membedakan pasien yang mengembangkan kanker yang mengancam jiwa dengan pasien yang tidak.

"Meskipun studi klinis lebih lanjut masih diperlukan sebelum temuan ini diterapkan dalam perawatan pasien, hasil ini membawa kita selangkah lebih dekat untuk memberikan pengobatan yang lebih personal," kata Weischenfeldt.

Di Inggris sendiri, kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling umum menyerang pria, dengan sekitar 63.000 kasus dan 12.000 kematian setiap tahun. Banyak kasus baru terdiagnosis saat sudah terlambat untuk diobati secara efektif.

Dr. Hayley Luxton dari Prostate Cancer UK, yang turut mendanai penelitian ini, menyatakan kegembiraannya atas hasil studi tersebut. "Saat ini, tidak mudah untuk mengetahui kanker prostat mana yang lebih mungkin menyebar. Temuan ini sangat menarik dan dapat membantu pria mendapatkan perawatan yang tepat sesuai dengan karakteristik biologis kanker mereka," pungkasnya. (Daily Mail/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |