Penurunan Produksi Dinilai Picu Kenaikan Harga Gas Bumi

8 hours ago 6

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pemicu kenaikan harga gas bumi tertentu atau HGBT yang mencapai US$ 20 per MMBTU. Menurut dia, kondisi ini dipicu oleh menurunnya produksi gas alam dari sejumlah lapangan gas di Jawa Barat.

Bahlil melanjutkan, penurunan produksi tersebut menyebabkan pasokan gas industri ditutupi menggunakan gas alam cair (LNG). Akibatnya, biaya penyediaan gas menjadi lebih mahal dibandingkan saat menggunakan pasokan gas pipa dari lapangan domestik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Sebagian sumur-sumur kita di daerah, khususnya Jawa Barat, itu lagi penurunan produksi. Maka kemudian untuk menutupi itu pakai LNG. Yang namanya LNG itu kan dibawa dari Papua, Sulawesi, Kalimantan dan itu ada penambahan cost,” kata Bahlil kepada wartawan usai menghadiri Energy Forum CNBC di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Bahlil menjelaskan, tambahan biaya logistik dan distribusi LNG menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga gas bagi sejumlah sektor industri. Ia mengklaim saat ini pemerintah berupaya mencari jalan tengah agar kebutuhan pasokan gas tetap terpenuhi tanpa membebani pelaku usaha secara berlebihan. “Itu yang kita lagi mencari untuk menengahi agar jangan juga industrinya diberikan beban yang tinggi,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Bahlil mengaku telah menggelar serangkaian pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi industri, serikat pekerja, dan perusahaan gas pelat merah. Pemerintah saat ini tengah membahas formulasi harga yang dinilai ideal agar industri tetap dapat beroperasi secara kompetitif.

“Aku kan sudah rapat sama mereka, sama asosiasi sama buruh. Sekarang saya sedang rapat teknis dengan Pertamina untuk mencari angka yang ideal agar industri kita tetap bisa bertahan,” katanya.

Mengutip Antara, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR siap memitigasi laporan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 50 ribu pekerja di salah satu pabrik keramik di Bekasi, Jawa Barat.

Pernyataan itu disampaikan Dasco merespons laporan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Andi menyebutkan dalam 7-10 hari ke depan berpotensi terjadi PHK di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi akibat kenaikan harga gas industri.

Untuk mencari solusi, Dasco mengaku telah menjadwalkan pertemuan dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan perwakilan serikat pekerja yang terdampak. “Ya, jadi setelah kontak nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja yang terdampak. Kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina, mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55 ribu karyawan,” ujar Dasco, Selasa, 23 Juni 2026.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |