JONES Lang LaSalle (JLL) Indonesia mencatat permintaan terhadap properti kondominium menurun sejak 2020 hingga 2025. Senior Director, Strategic Consulting Jones Lang Lasale (JLL) Milda Abidin mengatakan, kondisi ini terjadi karena dipengaruhi keputusan pengembang yang meluncurkan produk baru secara terbatas dan mengambil sikap melihat dan menunggu perkembangan pasar.
Kemudian konsumen juga mempertimbangkan aksesibilitas kondominium terhadap infrastruktur dan transportasi umum. “Biasanya juga menjadi trigger (pemicu) bagi para pengembang melihat kapan infrastrukturnya akan tersambung atau konektivitasnya, kemudahannya seperti apa,” katanya saat konferensi pers di kantornya pada Selasa, 12 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Milda, kondominium sempat menjadi aset investasi yang menarik. Pemilik properti itu lebih banyak investor daripada pengguna akhir atau end user, namun saat ini proporsinya cenderung seimbang antara aset yang dimiliki investor maupun pengguna akhir.
Berdasarkan laporan JLL Indonesia, jumlah unit yang terserap di pasar pada 2020 sekitar 1.300. Kemudian menurun di bawah 1.000 unit pada 2021 hingga 2023, lalu di bawah 500 unit pada 2024 dan 2025, serta selama Januari-Maret 2026.
Pada tahun 2026 pun penjualan ditopang oleh unit-unit yang telah dibangun. Unit siap huni menjadi daya tarik pembeli karena konsumen mendapat manfaat insentif Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah. Kondisi ini mendorong tingkat penjualan kumulatif mencapai 83 persen.
Biasanya, kata Milda, produk kondominium yang sudah jadi penjualannya memang tidak cepat. Tetapi pasti ada penjualan cepat ketika muncul produk terbaru.
“Ini yang menyebabkan permintaannya seolah-olah turun, tapi bukan karena produk barunya enggak terserap, memang enggak ada produk barunya,” tuturnya.
Pada kuartal I-2026, JLL mencatat hanya ada satu proyek baru yang diluncurkan di Jakarta Selatan oleh pengembang dengan basis pembeli yang tergolong mapan. Secara keseluruhan pun pasokan unit baru di pasar masih terbatas.
Meski demikian, harga kondominium disebut masih stabil dengan sedikit kenaikan pada sejumlah proyek di segmen mewah dan kelas atas. Pengembang cenderung mempertahankan harga sambil menawarkan berbagai promosi.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)














