BADAN Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan status Gunung Lewotobi Laki-laki dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Selasa, 12 Mei 2026, pukul 13.00 WITA. Penetapan status itu merujuk pada aktivitas gempa vulkanik dalam gunung api yang berlokasi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, itu yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan pada periode 1-11 Mei 2026 terjadi peningkatan cukup signifikan untuk gempa vulkanik dalam. Per hari gempa vulkanik dalam di tubuh Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi sekitar 21-23 kejadian.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Peningkatan gempa vulkanik dalam ini mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman yang cukup kuat menuju sistem gunung api," kata Lana dalam keterangannya, Selasa.
Peningkatan gempa vulkanik dalam itu mencapai puncaknya pada awal Mei 2026 dan mengalami penurunan bertahap. Namun, Lana melanjutkan, penurunan terjadi masih di atas kondisi normal sehingga menunjukkan proses isi ulang magma masih berlangsung.
"Selain gempa vulkanik dalam, aktivitas gempa tremor nonharmonik tetap terekam dalam jumlah tinggi dan relatif persisten pada periode ini dengan kisaran 17-27 kejadian per hari," katanya. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem fluida di bagian dangkal masih aktif dan mengalami pergerakan kontinuitas.
Sementara itu, aktivitas gempa low frequency masih tergolong rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan dari kedalaman mulai memberikan respons di bagian dangkal. "Aktivitas permukaan belum begitu terlihat kemunculan guguran dan embusan pada beberapa pengamatan, terutama pada tanggal 2-3 Mei dan 6 Mei," ujarnya.
Meski begitu, hal tersebut mengindikasikan bahwa tekanan dari dalam mulai memengaruhi bagian permukaan kawah. Data deformasi dari tiltmeter Wolorona (WLR2) juga mengindikasikan adanya inflasi akibat akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung api.
"Kombinasi antara inflasi WLR2 dan tingginya aktivitas gempa vulkanik dalam menunjukkan bahwa sistem magmatik Lewotobi sedang berada dalam fase pengisian ulang tekanan yang aktif," katanya.
Menurut dia, aktivitas gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu bisa diinterpretasikan berada pada fase peningkatan tekanan magmatik dengan potensi berkembang menjadi erupsi skala kecil hingga menengah jika tekanan terus terakumulasi dan mulai terdistribusi lebih kuat ke bagian dangkal sistem gunung api.
Lana mengimbau masyarakat ataupun wisatawan tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. "Tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya," kata dia.
Dia juga meminta masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar jika terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)














