WAKIL Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan, isu pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode masih terlalu dini untuk dibahas. “Kalau berpikir dua periode, saya pikir kemajon (terlampau maju),” ujar Jazilul saat ditemui di Kompleks DPR/MPR/DPD, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Jazilul mengatakan fokus PKB saat ini adalah menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, pembahasan mengenai periode kedua justru berpotensi mengganggu perhatian publik dari target-target yang sedang dijalankan pemerintah. “Karena apa? Publik menginginkan program-program yang berjalan saat ini bisa tercapai sesuai target,” katanya.
Ia mengaku heran dengan munculnya isu dua periode di tengah jalannya pemerintahan yang masih relatif baru. Menurut dia, masyarakat lebih berharap pemerintah mampu menuntaskan janji kampanye, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. “Itu yang menjadi prioritas,” ujar Jazilul.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia menegaskan pemilihan presiden 2029 masih terlampau jauh. “Mari kita sama-sama menyadari ini masih tahun 2024 menuju 2029 juga masih agak lama,” kata AHY seusai rapat di DPR/MPR/DPD, Jakarta, 22 Juni 2026.
AHY mengatakan sebaiknya semua fokus terlebih dahulu untuk urusan dalam negeri, terutama ekonomi. Ia mengatakan pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi bisa terjaga.
Sebelumnya, isu Prabowo-Gibran dua periode mencuat setelah Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mengungkap pesan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada kader dan simpatisan partainya. Menurut Bestari, saat bertemu di Solo pada 18 Juni 2026, Jokowi meminta seluruh pendukungnya mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga tuntas, bahkan mendukung pasangan tersebut untuk dua periode. “Kepada kami, beliau menyampaikan kami diminta mengawal Prabowo-Gibran, bahkan sampai dua periode,” kata Bestari kepada wartawan, Jumat, 19 Juni 2026.
Bestari juga membantah adanya anggapan bahwa rencana Jokowi berkeliling Indonesia akan memunculkan “matahari kembar” dalam pemerintahan. Ia menegaskan Jokowi justru meminta seluruh pihak menjaga keharmonisan dan terus mendukung pemerintahan yang sedang berjalan. "Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? Ada-ada aja," ujar Bestari.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)











