Warga melintas di depan gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedal(ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz)
DIREKTUR Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan, sekitar 12 persen pelanggan di daerah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih belum mendapatkan pasokan listrik. Hal itu disampaikan Darmawan dalam Rapat Koordinasi Tanggap Darurat di Labuan Bajo, Minggu (16/8).
Darmawan mengatakan, gempa berdampak terhadap sekitar 566 ribu pelanggan PLN di NTT. Hingga Minggu (16/8), sebanyak 88 persen pelanggan telah kembali mendapatkan pasokan listrik, sementara 12 persen lainnya masih mengalami pemadaman.
“Dari 566.000 pelanggan yang terdampak, 88 persen sudah menyala. Dan tentu saja 12 persen masih padam,” kata Darmawan.
PLN, kata Darmawan, terus mengerahkan seluruh personel untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak. Perbaikan dilakukan terhadap tiang listrik yang roboh maupun jaringan kabel yang terputus akibat gempa dan longsor di NTT.
“Pasukan kami all out. Tiang-tiang roboh kami tegakkan kembali, kemudian kabel yang putus kami sambung kembali,” ujarnya.
PLN menargetkan seluruh penyulang yang masih mengalami gangguan dapat kembali pulih pada Minggu sore hingga malam.
“Insyaallah nanti sekitar jam 5 sampai jam 7 malam seluruh penyulangnya sudah bisa pulih kembali,” kata Darmawan.
Di sisi pembangkitan, Darmawan memastikan sistem kelistrikan telah mengalami pemulihan signifikan. Pembangkit yang sebelumnya terdampak telah kembali beroperasi dengan daya mampu pasok 110 megawatt (MW). Sementara itu, beban puncak saat ini berada di sekitar 95 MW.
“Dari sudut pandang daya mampu pasok sudah melebihi dari kebutuhan beban,” ujarnya.
Darmawan juga menyampaikan bahwa seluruh gardu induk PLN saat ini telah kembali menyala 100 persen. Namun, masih terdapat sejumlah gangguan pada jaringan penyulang yang memasok listrik ke pelanggan di daerah terdampak longsor.
Di Gardu Induk Aesesa, yang memasok wilayah Nagekeo, terdapat tiga penyulang yang masih mengalami gangguan. Sementara di Gardu Induk Ruteng, yang memasok wilayah Reo, terdapat empat penyulang yang mengalami kerusakan akibat longsor di NTT. Jumlah penyulang yang mengalami gangguan sebelumnya mencapai 16. Hingga Minggu, PLN masih menangani 14 penyulang.
Berdampak ke BTS
Gangguan listrik yang masih terjadi juga berdampak terhadap jaringan telekomunikasi, termasuk BTS milik PT Telkom. Darmawan menjelaskan, sebagian BTS berada di wilayah yang masih mengalami pemadaman sehingga belum dapat beroperasi secara normal.
“Begitu ada 12 persen yang belum menyala, tentu saja ada BTS juga yang masih belum menyala,” katanya.
Karena itu, PLN terus mempercepat pemulihan jaringan agar pasokan listrik sekaligus mendukung pemulihan layanan komunikasi di wilayah terdampak.
Khusus Labuan Bajo, kata dia, PLN telah melakukan penguatan jaringan distribusi sejak 2022. Sebagai kawasan pariwisata super premium, jaringan penyulang yang sebelumnya menggunakan kabel udara telah dialihkan menjadi kabel bawah tanah.
“Di tahun 2022 kami mendapatkan arahan dari pemerintah untuk kabel distribusi atau penyulang yang tadinya menggunakan udara sudah kami ubah menjadi kabel penyulang di dalam tanah,” ujar Darmawan.
Menurutnya, investasi tersebut membantu menjaga ketahanan sistem kelistrikan Labuan Bajo. Setelah pembangkit dan gardu induk kembali pulih, fasilitas pariwisata seperti hotel, resor, restoran, dan kawasan wisata dapat segera kembali mendapatkan pasokan listrik.
“Begitu pembangkit itu pulih, gardu induk pulih, maka hotel, resort, restoran, dan wisata premium di Labuan Bajo ini bisa langsung segera menyala,” pungkasnya. (H-4)

















































