Prancis Selidiki Dugaan Operasi Disinformasi Rusia Sasar Gabriel Attal

3 hours ago 3
Prancis Selidiki Dugaan Operasi Disinformasi Rusia Sasar Gabriel Attal Kandidat presiden Prancis, Gabriel Attal.(Dok. Thomas SAMSON)

PEMIMPIN Partai Renaissance sekaligus kandidat presiden Prancis, Gabriel Attal, dilaporkan menjadi sasaran dua operasi baru yang diduga merupakan bentuk intervensi Rusia. Laporan media penyiaran BFMTV pada Jumat (21/8) menyebutkan bahwa serangan ini menambah daftar panjang upaya disinformasi yang menyasar mantan perdana menteri tersebut.

Dengan adanya dua insiden terbaru ini, total dugaan operasi intervensi Rusia yang menargetkan Attal mencapai empat kasus dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Otoritas terkait kini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas rangkaian serangan siber dan informasi tersebut.

Modus Operandi: Berita Palsu dan Teknologi AI

Berdasarkan informasi dari sumber BFMTV, salah satu operasi yang terdeteksi pada Rabu lalu melibatkan penyebaran 10 laporan palsu dan rekayasa halaman depan surat kabar melalui media sosial. Konten-konten tersebut memuat informasi bohong mengenai kondisi kesehatan Attal serta tuduhan korupsi yang tidak berdasar.

Operasi lainnya, yang terdeteksi pada 12 Agustus, menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pelaku menyebarkan video yang menampilkan karikatur Attal yang diproyeksikan pada bangunan ikonik Pantheon di Paris, lengkap dengan pesan-pesan bernada menghina.

Politisi Lain Turut Menjadi Sasaran

Attal bukan satu-satunya tokoh politik yang menjadi target. Pemimpin Partai Horizons sekaligus mantan Perdana Menteri Edouard Philippe, serta anggota Parlemen Eropa Raphael Glucksmann, juga dilaporkan mengalami serangan serupa. Keduanya dinilai sebagai figur potensial dalam bursa calon presiden Prancis mendatang.

Menanggapi serangan yang sistematis ini, langkah hukum telah diambil oleh para korban. Pengacara Gabriel Attal menyatakan bahwa kliennya telah mengajukan pengaduan resmi terkait "intervensi asing" sejak 7 Agustus. Langkah serupa juga dilakukan oleh Raphael Glucksmann pada 12 Agustus guna mendorong pengusutan tuntas terhadap aktor di balik operasi tersebut. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |