Yosep Anggi Noen Kemas Film Laut Bercerita dengan Pendekatan Populer

3 hours ago 3
Yosep Anggi Noen Kemas Film Laut Bercerita dengan Pendekatan Populer SUTRADARA film Laut Bercerita, Yosep Anggi Noen.(Dok. Antara)

SUTRADARA Yosep Anggi Noen mengungkapkan bahwa adaptasi film "Laut Bercerita" dari novel karya Leila S. Chudori dikemas dengan pendekatan populer. Langkah ini diambil untuk menjembatani peristiwa sejarah dengan penonton masa kini, sekaligus membangun kedekatan emosional melalui gambaran suasana yang relevan.

"Kami membuat film ini tuh pendekatannya populer. Jadi pendekatannya bukan pendekatan film sejarah yang sangat kaku, tapi ini film populer," ujar Anggi Noen saat ditemui di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

Anggi menjelaskan bahwa penggunaan unsur budaya populer, seperti musik dan elemen estetika lainnya, berfungsi untuk mendekatkan narasi sejarah yang berat kepada audiens. Ia juga menekankan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada materi asli novelnya yang memiliki karakter relevan lintas generasi.

Salah satu karakter yang disorot adalah Asmara Jati, yang digambarkan penuh ketegaran dalam menghadapi kehilangan. "Ekspresi nanti yang muncul di layar ketika seorang Asmara muncul itu bukan Asmara yang menunjukkan kesedihan dengan air mata, tapi menunjukkan kesedihan dengan kesetiaan menunggu dan mencari, karena menunggu itu juga bagian dari perlawanan," kata Anggi.

Karakter Asmara Jati dan Makna Kehilangan

Aktris Yunita Siregar, yang memerankan Asmara Jati, mengonfirmasi bahwa karakternya adalah sosok rasional dengan kecerdasan emosional tinggi. Asmara harus merespons hilangnya sang kakak, Biru Laut (diperankan oleh Reza Rahadian), dengan kepala dingin.

"Dia responsif, tapi ketika dia menerima informasi, dia cerna dulu. Enggak langsung beraksi, dia cerna dulu, dia atur strategi, baru dia eksekusi," tutur Yunita.

Melalui peran ini, Yunita mengaku memetik pelajaran mendalam mengenai esensi berduka. Menurutnya, berduka bukan berarti melupakan, melainkan mencintai dengan cara yang berbeda. "Kita mencintai Mas Laut dengan ketidakhadirannya dia, tapi tetap selalu dikenang," tambah aktris yang sebelumnya membintangi "Home Sweet Loan" tersebut.

Akurasi Sejarah dan Dinamika Aktivis

Sementara itu, aktor Dewa Dayana yang memerankan tokoh Sunu Dyantoro, menyebutkan bahwa novel asli Leila S. Chudori menjadi acuan utama dalam mendalami peran. Ia berusaha menyelami dinamika perjuangan aktivis era 1998 yang digambarkan sangat komunal.

Dewa menjelaskan bahwa pergerakan pada masa itu sangat kental dengan budaya bertukar gagasan dan bergerak bersama-sama, sebuah atmosfer yang berusaha dihidupkan kembali dalam film ini untuk memberikan gambaran autentik mengenai perjuangan mahasiswa di masa transisi demokrasi Indonesia. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |