Produk E-commerce untuk Ekspor Akan Bebas Tarif Bea Masuk

1 week ago 5

KEMENTERIAN Perdagangan menyatakan pedagang e-commerce berorientasi ekspor akan terbebas dari tarif bea masuk berkat perjanjian dagang. “Akses inilah yang sudah kita buatkan terhadap negara mitra dagang kita,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi, di MSIG Tower, Jakarta Pusat, Senin, 11 Mei 2026.

Adapun perjanjian dagang yang dimaksud adalah Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Fajarini mengatakan kemitraan dagang merupakan bagian dari upaya perluasan pasar ekspor.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berbeda dengan kemitraan dagang lain yang meliputi penjualan barang, Fajarini menjelaskan CEPA memuat tentang perdagangan jasa. “Barang kita di sana juga 0 persen, enggak kena tambahan bea cukai, enggak kena tarif bea masuk juga,” ujarnya. 

Ia menjelaskan saat ini pemerintah telah meneken kerja sama dagang barang dan jasa dengan enam negara yakni Jepang, Kanada, Australia, Korea, Peru, dan Chile. Adapun perjanjian dagang yang saat ini masih berproses mendapatkan ratifikasi adalah dengan Uni Eropa.

Fajarini meyakini fasilitas pengenaan tarif bea masuk sebesar 0 persen dari negara mitra dapat membuat barang Indonesia lebih berdaya saing. Ia pun membandingkan Indonesia dengan negara lain seperti Cina yang belum memiliki kerja sama dagang barang dan jasa dengan Uni Eropa.

“Misalnya barang dari Alibaba yang dari Cina itu kena tarif bea masuk, kalau yang dari TikTok sini enggak kena bea masuk gitu. Jadi barangnya bisa lebih bersaing,” tuturnya.

Fajarini menjelaskan saat ini e-commerce merupakan peluang ekonomi. Apalagi, karakteristiknya memudahkan penjual untuk memasarkan produk ke luar negeri. Sehingga menurutnya rugi apabila e-commerce tidak dimanfaatkan.

Ia mengatakan saat ini Cina menjadi negara dengan pertumbuhan transaksi e-commerce tertinggi yakni hingga US$ 2,2 triliun atau sekitar 34 persen dari produk domestik bruto (PDB) negaranya.

Ia menyebutkan negara lain dengan pertumbuhan ekonomi digital dan e-commerce yang tinggi adalah Inggris, Jerman, Jepang, Korea, Brasil. Fajarini mengatakan pertumbuhan e-commerce di Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |