Said Iqbal: KSPI Dukung Prabowo Sejak Pilpres 2014

3 hours ago 3

PRESIDEN Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengatakan, KSPI sudah lama mendukung Presiden Prabowo Subianto. KSPI, kata dia, sudah mendukung Prabowo sejak Pilpres 2014.

"Dari 2014 bahkan Gerindra belum umumkan pencalonan, kami umumkan di Gelora Bung Karno pada waktu itu. Kami undang Prabowo, kami berada pada barisan Prabowo," kata dia dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juni 2026 dipantau YouTube KSPI.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dukungan KSPI kepada Prabowo kembali dipertegas pada Pilpres 2019. "2024 kami penguatan di Jawa Timur untuk bersama-sama dengan Prabowo," kata Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh ini. 

Alasan KSPI mendukung Prabowo karena membawa nilai-nilai kesejahteraan. "Prabowo yang memperkenalkan bahwa APBN selain mengejar pertumbuhan ekonomi, juga harus redistribusi kekayaan," kata dia. 

Menurut Said, keinginan Prabowo sesuai dengan prinsip mendirikan negara kesejahteraan yaitu kesetaraan dan memberi kesempatan kepada semua orang. Konsep itu juga sudah digaungkan oleh para pendiri bangsa seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan Tan Malaka. 

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Dalam keterangannya usai pelantikan pada Senin, 8 Juni 2026 di Istana Negara, Jakarta, Said Iqbal menyampaikan bahwa dirinya akan segera memberikan laporan dan menyampaikan pandangan terkait kesejahteraan buruh kepada Presiden.

“Beberapa hal yang mungkin nanti, saya akan langsung memberikan laporan ke Bapak Presiden melalui koordinasi dengan Pak Mensesneg,” ucap Said Iqbal.

Sejumlah hal yang akan dilaporkan kepada Presiden salah satunya berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Menurutnya, pertumbuhan ini harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata.

“Dalam pandangan kami, pertumbuhan itu harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata, kesetaraan kesempatan, setiap orang punya kesempatan. Kalau bahasa kami yang sederhana, kau boleh kaya, tapi jangan miskinkan kami,” katanya.

Sementara itu terkait kesejahteraan buruh, Said Iqbal memandang bahwa ke depan kesejahteraan buruh meliputi kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial. Pandangan-pandangan tersebut, kata Said Iqbal, akan disampaikan kepada Presiden untuk menjadi bahan pertimbangan dalam analisa kebijakan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |